Menapaki 5 Anak Tangga Peradaban Perkembangan suatu Negara. Dimana Posisi Negara Kita Menurut Rostow?

Gambar
Pernahkah Anda membayangkan bahwa perkembangan sebuah negara bisa dianalogikan seperti perjalanan hidup manusia? Dari masa "kanak-kanak" yang tradisional, lalu "remaja" yang mulai bangkit, "dewasa" yang lepas landas, hingga "matang" dan "makmur". Inilah yang digambarkan oleh seorang ahli ekonomi terkenal, Walt Whitman Rostow, dalam teorinya tentang "Lima Tahap Pertumbuhan Ekonomi". Mari kita berwisata intelektual menyusuri lima tingkatan negara versi Rostow. Sambil jalan-jalan, coba tebak, Indonesia berada di tahap mana? 1. Masyarakat Tradisional (The Traditional Society) Di tahap paling awal ini, negara ibarat perahu layar yang berjalan lambat. Ciri khasnya: Produktivitas rendah : Bertani dengan cara turun-temurun, belum paham teknologi modern. Uang belum berputar : Belum ada sistem ekonomi pasar yang sehat. Penghasilan pas-pasan : Pendapatan rendah, tabungan hampir tidak ada. Mobilitas sosial macet : Anak kuli ya jadi kuli, ...

Dampak Perdagangan Internasional Terhadap Perekonomian Indonesia

Sebenarnya tidak ada satu negarapun yang dapat membuat sendiri seluruh barang dan jasa yang dibutuhkan warga negaranya. Sehingga perlu adanya hubungan antar negara dalam memecahkan masalah perekonomiannya. Hal ini karena potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.  Perbedaan barang dan jasa yang diproduksi masing-masing negara , merupakan salah satu penyebab timbulnya perdangan internasional.

Perdangan Internasional (Pexels.com/Julius Silver)


Dalam perdagangan internasional ada beberapa istilah yang menimbulkan permasalahan . Iatilah tersebut antara lain : Proteksi , yaitu kebijakan perdagangan internasional yang bertujuan untuk melindungi produksi dalam negeri suatu negara , contoh larangan impor barang tertentu, tarif impor tinggi , subsidi dan sebagainya.  Sedangkan politik dumping adalah kebijaksanaan perdagangan internasional  yang menjual hasil produksi lebih murah diluar negeri apabila dibandingkan dengan di dalam negeri negara yang memproduksi  barang tersebut.

Dampak positif perdagangan internasional terhadap Perekonomian Indonesia adalah sebagai berikut :

§  Negara dapat memenuhi kebutuhan yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri

§  Mmeperluas pasar bagi produksi  dalam negeri

§  Terjadinya alih teknologi , misalnya penggunaan alat computer hasil perdagangan internasional  merupakan sarana terbaik dalam alih teknologi dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dalam melakukan kegiatan ekonomi.

§  Spesialisasi , perdagangan internasional akan melahirkan berbagai barang produksi yang bermutu tinggi.

§  Mendorong pengusaha untuk selalu meningkatkan jumlah produksi dan kualitas hasil produksi.

§  Mempercepat pertumbuhan ekonomi

§  Menambah pendapatan Negara dan  devisa Negara

§  Meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat

§  Memperluas lapangan kerja

§  Masuknya modal asing ke dalam negeri

§  Semakin majunya lembaga keuangan Bank

Sedangkan dampak negatif Perdagangan Internasional terhadap perekonomian Indonesia adalah :

§  Menyempitnya pasar hasil produksi dalam negeri

§  Hancurnya industri dalam negeri , yang tidak dapat bersaing dengan produk impor

§  Semakin banyaknya pengangguran , apabila industri dalam negeri tidak dapat bersaing

Terhambatnya gerakan sumber daya  , karena terjadi persaingan bebas.

Kata Kunci : # Perdagangan Internasional, # Antar negara, # Ada kebijakannya, 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menapaki 5 Anak Tangga Peradaban Perkembangan suatu Negara. Dimana Posisi Negara Kita Menurut Rostow?

FIRST EXPERIENCE AS A SUPERVISOR MENTORING A SCHOOL ON THE OUTSKIRTS OF BOGOR CITY (Good Practice)

Meningkatkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus