Menapaki 5 Anak Tangga Peradaban Perkembangan suatu Negara. Dimana Posisi Negara Kita Menurut Rostow?

Gambar
Pernahkah Anda membayangkan bahwa perkembangan sebuah negara bisa dianalogikan seperti perjalanan hidup manusia? Dari masa "kanak-kanak" yang tradisional, lalu "remaja" yang mulai bangkit, "dewasa" yang lepas landas, hingga "matang" dan "makmur". Inilah yang digambarkan oleh seorang ahli ekonomi terkenal, Walt Whitman Rostow, dalam teorinya tentang "Lima Tahap Pertumbuhan Ekonomi". Mari kita berwisata intelektual menyusuri lima tingkatan negara versi Rostow. Sambil jalan-jalan, coba tebak, Indonesia berada di tahap mana? 1. Masyarakat Tradisional (The Traditional Society) Di tahap paling awal ini, negara ibarat perahu layar yang berjalan lambat. Ciri khasnya: Produktivitas rendah : Bertani dengan cara turun-temurun, belum paham teknologi modern. Uang belum berputar : Belum ada sistem ekonomi pasar yang sehat. Penghasilan pas-pasan : Pendapatan rendah, tabungan hampir tidak ada. Mobilitas sosial macet : Anak kuli ya jadi kuli, ...

“Pelestarian Lingkungan Hidup Melalui Pendekatan Ekologi”

Makin teracam suatu lingkungan hidup  karena pertambahan penduduk dengan segala kebutuhannya, maka giatlah nanusia  berusaha  memulihkan hubungan keseimbangan dan keselarasan  ekologi. Manusia  mulai sadar lagi keberadaanya teracam dalam melangsungkan  kehidupannya. Bentuk nyata dari usaha dalam memulihkan hubungan manusia dengan lingkungannya harus diwujudkan untuk menghindari dan mencegah masalah-masalah dan kerusakan lingkungan. Manusia  dalam memanfaatkan lingkungan  perlu pendekatan ekologi agar lingkungan tetap lestari.

Terasering Mengatasi Tanah Longsor (Encarta , 2006)

 

Pendekatan ekologi adalah  dalam pembangunan  dengan memperhatikan  unsur-unsur lingkungan sebagai sumber daya  dalam menjalankan pembangunan yang sedang dilaksanakan kelestarian  lingkungan dalam hal ini bukannya lingkungan yang dilestarikan, tetapi kemampuan fungsi  lingkungan yang dilestarikan. Jadi lingkungan dapat berubah dalam proses pembangunan , tetapi fungsi lingkungan harus tetap terpelihara secara utuh.

Contoh usaha pelestarian lingkungan hidup  antara lain meliputi :

a)     Dengan menggalakkan program penghijauan dan reboisasi.

b)    Meningkatkan usaha kebersihan , penanganan sampah, keindahan kota dan desa.

c)     Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah lingkungan hidup dengan pendidikan lingkungan hidup lewat jalur pendidikan sekolah dan luar sekolah.

d)    Melaksakan Undang-undang Lingkungan hidup  No. 4 Tahun 1982 secara konsekwen.

e)     Mencegah kerusakan hutan  dengan pelarangan terhadap penebangan hutan yang sembarangan, praktek ladang berpindah dan menindak pemegang HPH  yang nakal.

f)  Adanya suatu peraturan  dan pengaturan tentang izin mendirikan industri  yang ramah lingkungan.

g)    Usaha mengurangi atau memperkecil dampak pencemaran lingkungan.

h)    Usaha mencegah bahaya banjir dan erosi secara terpadu meliputi :  penanganan  sampah yang baik, pengerukan pada sungai-sungai yang dangkal, pembuatan terrasering pada lahan miring, pembuatan tanggul-tanggul  disungai yang rawan banjir,  pembuatan kanal – kanal  dan pembuatan bendungan .

      i)      Pemurnian kotoran dan limbah industri . 


Sumber : ( Yulmadia Yulir dan Trisno Widodo, Buku Geografi Kelas 8 SMP, Bumi Aksara )

Kata Kunci : # Pelestarian , # Lingkungan Hidup, 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menapaki 5 Anak Tangga Peradaban Perkembangan suatu Negara. Dimana Posisi Negara Kita Menurut Rostow?

FIRST EXPERIENCE AS A SUPERVISOR MENTORING A SCHOOL ON THE OUTSKIRTS OF BOGOR CITY (Good Practice)

Meningkatkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus