KEGIATAN TEMU PENDIDIK NUSANTARA (TPN) XIII TAHUN 2026 KOTA BOGOR
Halo, Saya Trisno Widodo, blogger yang suka berbagi pengetahuan dan pengalaman seputar pendidikan, sains sederhana dan gaya hidup yang edukatif. Blog ini saya buat sejak tahun 2008 sebagai tempat belajar dan berbagi hal-hal menarik tentang dunia kita. Terima kasih sudah berkunjung semoga tulisan di sini bermanfaat buat kalian semua. Salam hangat, Trisno Widodo (Tryswid)
Pernahkah Anda membayangkan bahwa perkembangan sebuah negara bisa dianalogikan seperti perjalanan hidup manusia? Dari masa "kanak-kanak" yang tradisional, lalu "remaja" yang mulai bangkit, "dewasa" yang lepas landas, hingga "matang" dan "makmur". Inilah yang digambarkan oleh seorang ahli ekonomi terkenal, Walt Whitman Rostow, dalam teorinya tentang "Lima Tahap Pertumbuhan Ekonomi".
Mari kita berwisata intelektual menyusuri lima tingkatan negara versi Rostow. Sambil jalan-jalan, coba tebak, Indonesia berada di tahap mana?
Di tahap paling awal ini, negara ibarat perahu layar yang berjalan lambat. Ciri khasnya:
Produktivitas rendah: Bertani dengan cara turun-temurun, belum paham teknologi modern.
Uang belum berputar: Belum ada sistem ekonomi pasar yang sehat.
Penghasilan pas-pasan: Pendapatan rendah, tabungan hampir tidak ada.
Mobilitas sosial macet: Anak kuli ya jadi kuli, anak petani ya petani.
Gambaran: Masyarakat adat terpencil yang masih bergantung pada alam dan ritual.
Sumber : Encharta , 2006
Tahap ini adalah masa transisi. Negara mulai sadar bahwa cara lama tidak cukup. Ciri-cirinya:
Teknologi mulai merangkak naik: Dari cangkul ke bajak mesin, dari lisan ke tulisan.
Mulai menabung: Sebagian pendapatan tidak habis dipakai, mulai ada investasi kecil-kecilan.
Kewirausahaan tumbuh: Orang mulai berani membuka usaha, industri rumahan bermunculan.
Ini adalah momen krusial seperti roket yang berhasil meninggalkan gravitasi bumi. Negara memasuki era Newly Industrialized Country (NIC). Ciri utamanya:
Pertumbuhan ekonomi memacu adrenalin: Lebih dari 7-10% per tahun.
Industri jadi jenderal: Sektor industri memimpin, bukan lagi pertanian.
Modal menumpuk: Banyak investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.
Inovasi merata: Dari pabrik tekstil sampai elektronik mulai bermunculan.
Berikut adalah daftar beberapa negara dan masa lepas landas mereka menurut Rostow:
Tabel 1. Penafsiran Masa Lepas Landas Beberapa Negara
| Negara | Masa Lepas Landas | Negara | Masa Lepas Landas |
|---|---|---|---|
| Inggris | 1773-1802 | Rusia | 1890-1914 |
| Perancis | 1803-1860 | Kanada | 1890-1914 |
| Belgia | 1833-1860 | Argentina | 1935 |
| Amerika Serikat | 1843-1860 | Turki | 1937 |
| Jerman | 1850-1873 | India | 1952 |
| Swedia | 1868-1890 | Cina | 1952 |
| Jepang | 1878-1990 |
Gambaran: Korea Selatan era 1980-an, atau Tiongkok era 1990-an.
Sumber Tabel: Sudono Sukirno, 1985
Di tahap ini, negara tidak hanya kaya, tapi juga cerdas. Ciri-cirinya:
Teknologi modern ada di mana-mana: Dari pertanian sampai luar angkasa.
Struktur ekonomi bergeser: Dari industri ringan (sepatu, pakaian) ke industri berat (mobil, mesin, baja).
Investasi padat modal: Pabrik pesawat, kereta api cepat, riset nuklir.
Inilah puncak peradaban ekonomi. Penduduk tidak hanya cukup makan, tapi bisa memilih dan menikmati hidup. Ciri-cirinya:
Daya beli super tinggi: Hampir semua orang punya mobil, kulkas, ponsel pintar, dan liburan ke luar negeri.
Industri berorientasi jasa dan hiburan: Yang laku bukan lagi beras, tapi streaming musik, wisata kesehatan, dan konsultasi keuangan.
Kebutuhan sekunder & tersier jadi primer: Beli gadget baru lebih penting daripada beli beras.
Menurut Rostow dan para ahli pembangunan lainnya, ketika sebuah negara membangun, akan terjadi perubahan pola pikir dan perilaku, seperti:
| Sebelum (Tradisional) | Sesudah (Modern) |
|---|---|
| Orientasi ke dalam (lokal) | Orientasi ke luar (global) |
| Pandangan irasional (mitos, takhayul) | Pandangan rasional (logika, sains) |
| Menyimpan uang di celengan | Menabung di bank |
| Status sosial karena keturunan | Status karena prestasi kerja |
| Tergantung alam | Menguasai alam dengan teknologi |
Teori Rostow memang bukan tanpa kritik. Tapi ia memberi kita cermin sederhana untuk melihat sejauh mana sebuah negara berjalan. Dari tradisional yang lekat dengan kearifan lokal, hingga konsumsi massal tinggi yang sarat dengan kenyamanan modern.
Jadi, menurut Anda, negara kita saat ini sedang ada di anak tangga ke berapa?
Encarta. (2006). Microsoft Encarta Reference Library. Microsoft Corporation. (Gambar 1-5)
Rostow, W. W. (1960). The Stages of Economic Growth: A Non-Communist Manifesto. Cambridge University Press.
Sukirno, S. (1985). Pengantar Teori Pembangunan Ekonomi. LPFE-UI. (Tabel 1)
Komentar