Menapaki 5 Anak Tangga Peradaban Perkembangan suatu Negara. Dimana Posisi Negara Kita Menurut Rostow?

Gambar
Pernahkah Anda membayangkan bahwa perkembangan sebuah negara bisa dianalogikan seperti perjalanan hidup manusia? Dari masa "kanak-kanak" yang tradisional, lalu "remaja" yang mulai bangkit, "dewasa" yang lepas landas, hingga "matang" dan "makmur". Inilah yang digambarkan oleh seorang ahli ekonomi terkenal, Walt Whitman Rostow, dalam teorinya tentang "Lima Tahap Pertumbuhan Ekonomi". Mari kita berwisata intelektual menyusuri lima tingkatan negara versi Rostow. Sambil jalan-jalan, coba tebak, Indonesia berada di tahap mana? 1. Masyarakat Tradisional (The Traditional Society) Di tahap paling awal ini, negara ibarat perahu layar yang berjalan lambat. Ciri khasnya: Produktivitas rendah : Bertani dengan cara turun-temurun, belum paham teknologi modern. Uang belum berputar : Belum ada sistem ekonomi pasar yang sehat. Penghasilan pas-pasan : Pendapatan rendah, tabungan hampir tidak ada. Mobilitas sosial macet : Anak kuli ya jadi kuli, ...

“Potret Tenaga Kerja di Indonesia: Dari Angkatan Kerja hingga Sektor Informal”

 

Batasan yang digunakan Indonesia untuk tenaga kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun atau lebih dan tanpa batas atas (sampai dengan tidak dibatasi umurnya). Pembatasan tenaga kerja tiap-tiap negara akan berbeda-beda , semakin maju negara itu akan semakin memperlihatkan semakin matang umur seseorang yang menjadi batasan tenaga kerja. Namum di negara-negara berkembang sering dijumpai anak-anak dibawah umur telah bekerja atau masuk dalam tenaga kerja.  Kita juga tidak mengenal  batas atas , hal ini karena pada usia lanjut banyak penduduk kita yang masih bekerja untuk hidup . Jika Indonesia sudah makmur  pada usia lanjut tidak perlu bekerja lagi tinggal menerima jaminan hari tua. 

Tenaga Kerja Pabrik (http://amankpermahimakassar.blogspot.com)


Tidak semua tenaga kerja termasuk bagian dari penawaran tenaga kerja, hanya tenaga kerja yang sudah bekerja dan mencari pekerjaan yang dapat disebut sebagai penawaran tenaga kerja. Bagian dari tenaga kerja yang bekerja atau mencari pekerjaan sering disebut angkatan kerja. 

 Kelompok bukan angkatan tenaga kerja , sewaktu-waktu dapat masuk ke bursa kerja  menjadi kekuatan penawaran tenaga kerja , karena sifat yang mudah berubah bukan angkatan kerja sering disebut sebagai angkatan kerja potensial (potential labor force).

Definisi bekerja adalah orang bekerja untuk mendapatkan  penghasilan atau keuntungan minimal satu jam dalam satu minggu sebelum pencacahan .

Hal ini memberi batasan bekerja yang bisa berlaku umum tidaklah mudah, penggolongan kerja menurut jam kerja nya tetap dilakukan beberapa jenis penggolongan antara lain :

   a)     Bekerja penuh , bila bekerja 35 jam atau lebih selama satu minggu

b)     Setengah menganggur  , bagian dari status bekerja tetapi memiliki jam kurang dari 35 jam dalam satu minggu

c)    Setengah Penganggur Kritis , bagian dari status bekerja tetapi memiliki jam kerja kurang dari 14 jam dalam satu minggu

Di Indonesia tidak semua pekerja dapat bekerja di sektor formal , lebih dari 50% lebih tenaga kerja kita bekerja di sektor informal. Di sektor formal umumnya mempunyai status hukum , pengakuan serta izin resmi, dan umumnya skala besar.  Sedangkan usaha yang dikelompokkan informasl memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

a)     Kegiatan usaha umumnya sederhana

b)    Skala usaha relatif kecil

c)     Umumnya tidak memiliki izin usaha

d)    Umumnya lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan sektor formal

e)     Tingkat penghasilan umumnya rendah

Sektor informal dalam perekonomian Indonesia selalu menjadi andalan ketika sektor formal tidak dapat diandalkan sebagai penyedia lapangan kerja.  Namun ironisnya usaha informal diperkotaan sering kali menghadapi perlakuan yang tidak baik dari pihak aparat pemerintah sendiri. 

Kata Kunci : # Tenaga Kerja, #Angkatan Kerja, #Penggolongan Tenaga Kerja,



 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menapaki 5 Anak Tangga Peradaban Perkembangan suatu Negara. Dimana Posisi Negara Kita Menurut Rostow?

FIRST EXPERIENCE AS A SUPERVISOR MENTORING A SCHOOL ON THE OUTSKIRTS OF BOGOR CITY (Good Practice)

Meningkatkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus