Postingan

Menampilkan postingan dengan label Humaniora

Menapaki 5 Anak Tangga Peradaban Perkembangan suatu Negara. Dimana Posisi Negara Kita Menurut Rostow?

Gambar
Pernahkah Anda membayangkan bahwa perkembangan sebuah negara bisa dianalogikan seperti perjalanan hidup manusia? Dari masa "kanak-kanak" yang tradisional, lalu "remaja" yang mulai bangkit, "dewasa" yang lepas landas, hingga "matang" dan "makmur". Inilah yang digambarkan oleh seorang ahli ekonomi terkenal, Walt Whitman Rostow, dalam teorinya tentang "Lima Tahap Pertumbuhan Ekonomi". Mari kita berwisata intelektual menyusuri lima tingkatan negara versi Rostow. Sambil jalan-jalan, coba tebak, Indonesia berada di tahap mana? 1. Masyarakat Tradisional (The Traditional Society) Di tahap paling awal ini, negara ibarat perahu layar yang berjalan lambat. Ciri khasnya: Produktivitas rendah : Bertani dengan cara turun-temurun, belum paham teknologi modern. Uang belum berputar : Belum ada sistem ekonomi pasar yang sehat. Penghasilan pas-pasan : Pendapatan rendah, tabungan hampir tidak ada. Mobilitas sosial macet : Anak kuli ya jadi kuli, ...

Membaca: Antara Kebiasaan, Kemakmuran, dan Masa Depan Bangsa

Gambar
  Membaca Meningkatkan Pengetahuan ( Pexels.com/Mesak Emanuel K ) Di era digital yang serba cepat ini, di mana informasi mengalir deras melalui layar gawai kita, masihkah membaca buku menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia? Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana, namun jawabannya cukup memprihatinkan. Membaca, bagi sebagian besar orang Indonesia, masih dianggap sebagai kegiatan eksklusif. Ia seolah menjadi barang mahal yang hanya bisa dilakukan oleh kalangan tertentu. Anggapan ini muncul bukan tanpa alasan. Jika kita jujur melihat realitas keseharian, membeli buku jarang sekali masuk dalam daftar prioritas belanja bulanan keluarga. Buku kalah penting dibandingkan kebutuhan dapur, pulsa, atau bahkan hiburan digital. Akibatnya, budaya membaca pun tumbuh lambat, seperti pohon yang kekurangan air. Potret Buram Literasi Indonesia Sayangnya, kondisi ini berkorelasi langsung dengan capaian pendidikan kita di kancah global. Programme for International Student Assessment (P...

SOSIALISASI “DOOR TO DOOR” TANTANGAN LITERASI POLOPOR GLN GAREUILIS JABAR RAMAI-RAMAI GERUDUK SEKOLAH DI KOTA BOGOR

Gambar
      Meningkatkan Literasi Sekolah ( Dokumen Penulis )                   Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Kegiatan literasi diyakini oleh masyarakat di negara maju sebagai kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. Sebagian masyarakatnya menganggap literasi sebagai hak azasi warga negara yang wajib difasilitasi negara. Literasi dapat memberikan peluang terhadap pembengaunan ekonomi dan social menuju kesejahteraan hidup baik secara individu dan masyarakat.          Manfaat literasi bagi manusia, akan membantu meningkatkan kemampuan kinerja otak, menambah wawasan, berfikir kritis, mengembangkan budi pekerti, pemahaman mengambil keputusan dan penggunaan waktu dengan baik. Melihat manfaatnya yang besar bagi manusia,  kegiatan literasi merupakan hal yang sangat penting. Pemerintah Indonesia telah berupaya mendo...

Menjadikan Guru GAUL ( Tinjauan Pemikiran Guru )

Gambar
  Guru Gaul ( Pexels.com/Andrea Piacquadio) Upaya Pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia tidak pernah surut. Kita bisa lihat dari kebijakan Pemerintah di sektor pendidikan baik yang bersifat langsung seperti pengadaan sarana dan prasarana sekolah, penyediaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), pengembangan kurikulum, penyediaan buku pelajaran, penyelenggaraan penataran guru, tunjangan Sertifikasi Guru, maupun yang bersifat tidak langsung, seperti pemberlakuan peraturan perundang-undangan, dari mulai UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PP No. 19 tentang Standar Nasional Pendidikan , sampai Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 129A/U/2005 tentang Standar Pelayanan Minimal bidang Pendidikan, Bahkan dalam RENSTRA DEPDIKNAS tahun 2005-2009, upaya peningkatan mutu pendidikan dilakukan lebih mengarah kepada tataran praktis yaitu mendorong semakin terjadinya perluasan inovasi pembelajaran dan akses masyarakat untuk lebih banyak berperan dan be...

Remaja bukan Anak Kecil Lagi ....

Gambar
  Di usia 10-12 tahun, kita akan melihat banyak perubahan besar pada anak dalam hal kemandirian, hanya saja, perubahan kali ini akan berbeda. "Hormon remaja mulai ‘bereaksi’ dan memberi sinyal pada alam bawah sadarnya bahwa pasangan masa depannya akan ia temukan di luar rumah ? Dalam kelompok sebayanya? Itu sebabnya, ia tidak lagi merasa perlu untuk memberitahu semua hal pada kita sebagai orang tuanya , seperti yang ia lakukan dulu saat kecil, ketika hidupnya masih amat bergantung pada kita sebagai orang tua. Buatlah Orang Tua adalah Teman  Anda coba untuk membuat remaja Anda mau bicara: 1. Buat rutinitas Bicaralah pada anak Anda secara teratur (tentang apa pun). Dengan begitu, ia akan merasa selalu punya waktu untuk berkomunikasi dengan Anda. Ciptakan rutinitas ngobrol di sore hari atau setelah makan malam sambil nonton televisi. Menciptakan momen yang baik untuk bicara akan membuat komunikasi Anda berdua mengalir lancar karena tidak terkesan dipaksakan. 2. Lakukan ...

“Keluarga sebagai Pondasi Pembentukan Jati Diri Remaja”

Gambar
  Komunikasi ( Pexels.com/Ketut Subiyanto) Komunikasi menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan ini di mana pun dan kapan pun, termasuk dalam lingkungan keluarga. Pembentukan komunikasi intensif, dinamis dan harmonis dalam keluarga pun menjadi dambaan setiap orang. Peranan keluarga terutama orangtua, menjadi amat penting bagi pembentukan karakter seorang anak, terlebih lagi bila anak tersebut mulai memasuki masa  remaja. Masa remaja merupakan masa transisi atau masa peralihan dari masa anak-anak  menuju masa dewasa. Menurut definisi dari WHO (World Health Organi-zation)  mengatakan bahwa remaja adalah mereka yang berusia 10-19 tahun. Masa remaja ini, diawali dengan pubertas. Pubertas adalah tahapan perkembangan manusia yang  mengawali masa remaja. “Seseorang mulai  memasuki masa puber ketika berumur 9-10 tahun dan akan berakhir pada umur berkisar  15-16  tahun”  (BKKBN, Modul 1 Kesehatan Reproduksi Remaja). Pada masa remaj...

Rojali, Rohana, dan Rohalus: Wajah Baru Pengunjung Mall di Tengah Daya Beli Lesu

Gambar
  Suasana di pusat perbelanjaan (mall) besar di kota-kota Indonesia pada akhir pekan masih ramai. Namun, sorak-sorai keramaian itu kerap tidak diiringi oleh denting kasir yang riuh. Yang terlihat justru dominasi tiga kelompok pengunjung khas:   Rojali   (Remaja Jalan Liat-liat),   Rohana   (Rombongan Hibur Anak), dan   Rohalus   (Remaja Hangout Liat-Liat Update Status). Fenomena ini menjadi cermin nyata tekanan ekonomi, gempuran belanja online, dan melemahnya daya beli kelas menengah. Remaja di Mall ( Pexels.com/Atahan Demir) Mengurai Fenomena "3R" di Mall: Rojali (Remaja Jalan Liat-Liat): Profil:  Didominasi remaja hingga dewasa muda (usia 15-25 tahun), sering berkelompok. Tujuan utama mereka bukan belanja, melainkan menghabiskan waktu luang, bertemu teman, sekadar jalan-jalan melihat-lihat display toko dan etalase ("liat-liat"). Ciri Khas:  Banyak menghabiskan waktu di area food court atau tempat duduk umum, berkeliling tanpa membawa banyak...

Peran Anak Muda dalam Politik dan Demokrasi Digital: Penggerak, Pengawas, dan Inovator

Gambar
  Di tengah derasnya arus teknologi, wajah demokrasi Indonesia mengalami transformasi signifikan. Anak muda, sebagai  digital natives , tidak lagi sekadar penonton pasif. Mereka muncul sebagai aktor kunci yang memanfaatkan ruang digital untuk menggerakkan perubahan, mengawasi kekuasaan, dan menciptakan inovasi dalam praktik berdemokrasi. Artikel ini mengulas peran strategis generasi muda dalam politik dan demokrasi digital, dilengkapi contoh konkret dan landasan referensi. Anak Muda Berpolitik (Pexels.com/Fauxels) 1.   Pendobrak Keterbatasan Akses: Partisipasi Politik Meluas Platform digital memangkas hambatan geografis dan birokrasi. Anak muda memanfaatkannya untuk: Mobilisasi Massa:  Kampanye sosial-politik seperti petisi daring (#TolakOmnibusLaw, #ReformasiDikorupsi) menyebar cepat, menggalang dukungan lintas daerah. Pendidikan Politik:  Konten kreatif di TikTok, Instagram Reels, atau podcast (e.g., @mudaberbicara, @kawalpemilu) menjelaskan isu kompleks (sepe...

Postingan populer dari blog ini

Menapaki 5 Anak Tangga Peradaban Perkembangan suatu Negara. Dimana Posisi Negara Kita Menurut Rostow?

FIRST EXPERIENCE AS A SUPERVISOR MENTORING A SCHOOL ON THE OUTSKIRTS OF BOGOR CITY (Good Practice)

Meningkatkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus