Menapaki 5 Anak Tangga Peradaban Perkembangan suatu Negara. Dimana Posisi Negara Kita Menurut Rostow?

Gambar
Pernahkah Anda membayangkan bahwa perkembangan sebuah negara bisa dianalogikan seperti perjalanan hidup manusia? Dari masa "kanak-kanak" yang tradisional, lalu "remaja" yang mulai bangkit, "dewasa" yang lepas landas, hingga "matang" dan "makmur". Inilah yang digambarkan oleh seorang ahli ekonomi terkenal, Walt Whitman Rostow, dalam teorinya tentang "Lima Tahap Pertumbuhan Ekonomi". Mari kita berwisata intelektual menyusuri lima tingkatan negara versi Rostow. Sambil jalan-jalan, coba tebak, Indonesia berada di tahap mana? 1. Masyarakat Tradisional (The Traditional Society) Di tahap paling awal ini, negara ibarat perahu layar yang berjalan lambat. Ciri khasnya: Produktivitas rendah : Bertani dengan cara turun-temurun, belum paham teknologi modern. Uang belum berputar : Belum ada sistem ekonomi pasar yang sehat. Penghasilan pas-pasan : Pendapatan rendah, tabungan hampir tidak ada. Mobilitas sosial macet : Anak kuli ya jadi kuli, ...

“Air Hujan sebagai Sumber Air Rumah Tangga di Daerah Kering”

 

Air hujan termasuk air lunak ( tidak sadah/soft water ), karena tidak mengandung garam-garam kalsium dan magnesium seperti air tanah. Air hujan tidak mengandung garam-garaman mineral lainnya, sehingga apabila diminum terasa hambar. Jika air hujan dipakai sebagai air minum terus-menerus dapat menyebabkan terjadinya dental caries gigi cepat keropos. Hal ini disebabkan karena kadar flour dalam air hujan sangat kecil ( kurang dari 1 ppm ). 


Pada daerah kawasan industri dan kota-kota besar , air hujan umumnya bersifat asam, mempunyai Ph yang rendah. Hal ini terjadi karena berbagai gas yang ada dalam udara, ini terjadi karena berbagai gas yang ada dalam udara , seperti CO2, SO2 dan NxOy (Oksida-oksida nitrogen) dapat bereaksi dengan air, membentuk asam karbonat, asam sulfat dan asam nitrat. Gas-gas pembentuk asam tadi berasal dari hasil pembakaran bahan bakar fosil yang dikeluarkan melalui cerobong-cerobong asap pabrik atau kendaraan bermotor. Rendahnya Ph air hujan yang jatuh disuatu daerah merupakan indikasi terjadinya tersebut.  

Terjadinya hujan asam dapat menimbulkan rusaknya bangunan yang terbuat dari logam, kapur, semen dan marmer. Hujan asam juga mengakibatkan menurunnya Ph tanah dan kesuburan tanah, sehingga tanah kurang baik untuk kegiatan pertanian.

Pemanfaatan air hujan sebagai sumber air keperluan rumah tangga, yaitu pada daerah :

·       Jarang atau bahkan tidak terdapat sumber air

·       Sumber air berupa sumur dangkal dan sifatnya asin pada musim kemarau

·       Sumber airnya kering pada waktu musim kemarau seperti di daerah pegunungan kapur selatan Pulau Jawa.

Penduduk pada daerah-daerah yang sumber airnya kering pada musim kemarau memanfaatkan air hujan sebagai sumber air dengan cara menampung air hujan dan memanfaatkannya pada musim kemarau.

Penamoungan Air Hujan ( http://www.kinderhulpindonesie.nl/ )


Air hujan yang jatuh pada daerah yang gundul atau sedikit tumbuhan akan menimbulkan erosi atau kerusakan tanah yang selanjutnya dapat menurunkan kesuburan tanah.Air hujan yang jatuh ke permukaan tanah mengalir sebagai air permukaan (run off) karena tidak ada vegetasi yang menahannya. Konservasi tanah dilakukan dengan penanaman pepohonan untuk menahan eosi sekaligus untuk mengkonservasi sumber daya air.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menapaki 5 Anak Tangga Peradaban Perkembangan suatu Negara. Dimana Posisi Negara Kita Menurut Rostow?

FIRST EXPERIENCE AS A SUPERVISOR MENTORING A SCHOOL ON THE OUTSKIRTS OF BOGOR CITY (Good Practice)

Meningkatkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus