Pelatihan Saja Tidak Cukup: Pentingnya Pendampingan Pembelajaran

Gambar
Follow up suatu pelatihan tidak banyak terjadi dari berbagai pelatihan yang pernah diikuti penulis. Namun tidak seperti pelatihan yang baru-baru ini , Pelatihan Pembelajaran Bermakna (BTL3) yang diselenggarakan DBE 3 memang beda . Karena setelah melakukan pelatihan peserta masih dituntut untuk melaksanakan program tindak lanjut berupa pendampingan. Pendampingan Pembelajaran (Pexels.com/rdne) Menurut Dr Asep S. Muhtadi kegiatan tindak lanjut itu bermakna strategis, sebab kegiatan tersebut menjamin penerapan hasil pelatihan sebagai sesuatu yang mesti berkelanjutan. Kegiatan tindak lanjut yang berupa pendampingan bertujuan untuk menguatkan penerapan hasil pelatihan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kegiatan pembelajaran seperti yang dilaksanakan DBE3 dalam pelatihan tersebut patut mendapatkan acungan jempol. Karena dalam kegiatan pembelajaran tersebut sangat menyenangkan dan bermakna, yang sebenarnya sangat cocok dengan arti pembelajaran yang sebenarnya. Demikian pula pada saat pesert...

Jenis-Jenis Manusia Praaksara di Indonesia dan Dunia

 

    a.  Manusia Pra-aksara  di Indonesia

1.     Pithecanthropus Erectus

Yang berarti manusia kera yang berjalan tegak , ditemukan oleh ahli purbakala Belanda Eugene Dubois Di desa Trinil , Ngawi tahun 1891 . Ditemukan pula fosil anak-anak  di Desa Jetis Mojokerto di lembah Sungai Brantas tahun 1936  oleh  Weidenreich dinamai Pithecanthropus Robustus sedang ahli lain Von Koeningswald menyebutnya Pithecanthropus Mojokertensis.

Pithecanthropus Erectus ( http://theevolutionstore.com )

2.     Meganthropus  Palaeojavanicus

Artinya manusia besar tertua dari jawa ditemukan oleh  Von Koeningswald Sangiran Sragen , Surakarta tahun 1941 yang sekarang disana di bangun museum purbakala Sangiran .

3.     Homo

Artinya manusia menurut Von Koeningswald tingkatannya lebih tinggi bahkan sebanding dengan manusia biasa ada beberapa  penemuan :

a)     Homo Soloensis berarti manusia Solo , ditemukan oleh Ter Haar dan Oppernoth didaerah Ngandong lembah sungai Bengawan Solo

b)    Homo Wajakensis artinya manusia  Wajak , ditemukan di Wajak dekat Tulungagung oleh Eugene Dubois tahun 1889.

c)     Homo Sapien berarti manusia cerdas jenis lebih sempurna dan dikatakan sebagai nenek moyang bangsa Indonesia yang berasal dari dataran tinggi Yunan.               

 

   b.  Manusia Pra-aksara  di Luar Indonesia           

1)    Manusia purba di Cina , disebut Homo Pekinensis atau manusia dari Peking , yang diketemukan  di Gua  Choukoutien sarjana dari Kanada Davidson Black. Para ahli juga menyebutkan Pithecanthropus Pikenensis atau manusia kera dari Peking.

2)    Manusia purba di Afrika , disebut Homo Afrikanus berarti manusia dari Afrikaditemukan oleh Raymond Dart didekat pertambangan  Taung Bostwana  tahun 1924. Fosil ini juga disebut Australopithecus Afrikanus karena hampir mirip dengan penduduk asli Australia.

3)    Manusia Purba dari Eropa , disebut Homo Neandeherthalensis yang berarti manusia Neanderthal , ditemukan oleh Rudolf Virchow dilembah Neander – Dusseldorf Jerman Tahun 1856. Fosil serupa juga di Gua Spy- Belgia . Sedangkan di Perancis ditemukan manusia purba Homo Cro Magnon

Neanderthal ( Encharta  2006 )


Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Air Hujan sebagai Sumber Air Rumah Tangga di Daerah Kering”

Meningkatkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus

Apa Itu Tanah? Pengertian, Proses Pembentukan, dan Manfaatnya Bagi Kehidupan