Dampak Globalisasi Terhadap Masyarakat
Perubahan
sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya
dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang
terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi
sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan
perubahan.
Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi cara dan pola pikir
masyarakat faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan
baru, terjadinya konflik atau revolusi dan faktor eksternal seperti
bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
![]() |
| Pola Komunikasi yang berubah (Pexels.com/Cottombro) |
Ada pula beberapa faktor yang menghambat terjadinya perubahan, misalnya
kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain, perkembangan
IPTEK yang lambat, sifat masyarakat yang sangat tradisional, ada
kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat, prasangka
negatif terhadap hal-hal yang baru; rasa takut jika terjadi kegoyahan pada
masyarakat bila terjadi perubahan; hambatan ideologis dan pengaruh adat atau kebiasaan.
Kelompok-kelompok
atau organisasi yang bersifat kedaerahan, kekeluargaan, paguyuban, pada era
globalisasi ini berganti menjadi model persatuan yang sangat berbeda.
Persatuan-persatuan dewasa ini lebih bercirikan kepada adanya persamaan
profesi, hobi, bakat dan lain sebagainya. Maka tak jarang kita jumpai
jenis-jenis persatuan, ikatan, atau perhimpunan seperti Ikatan Dokter Indonesia
(IDI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan ikatan-ikatan profesi lainnya
yang sejenis.
Implikasi
secara sosiologis dari perubahan hubungan hal di atas, sangat dirasakan oleh
masyarakat yang terbawa arus urbanisasi. Masyarakat urban dengan karakter
profesional yang menjadi ciri utamanya, sangat membutuhkan dengan penguasaan
terhadap teknologi. Dan teknologi ini adalah alat utama dan prasyarat yang harus dimiliki
seseorang untuk mampu berkompetisi pada era ini.
Sedangkan masyarakat desa,
dengan karakter sosiologis yang tradisional, dengan kekerabatan, kedaerahan,
dan minus penguasaan teknologi, cepat atau lambat, tentu akan membuat mereka
sebagai komunitas kota yang terpinggirkan dan terasing secara sosial. Dari
sinilah awal bermunculannya angka
penganguran yang terjadi di kota-kota besar
, yang merupakan dampak dari globalisasi.

Komentar