Pelatihan Saja Tidak Cukup: Pentingnya Pendampingan Pembelajaran

Gambar
Follow up suatu pelatihan tidak banyak terjadi dari berbagai pelatihan yang pernah diikuti penulis. Namun tidak seperti pelatihan yang baru-baru ini , Pelatihan Pembelajaran Bermakna (BTL3) yang diselenggarakan DBE 3 memang beda . Karena setelah melakukan pelatihan peserta masih dituntut untuk melaksanakan program tindak lanjut berupa pendampingan. Pendampingan Pembelajaran (Pexels.com/rdne) Menurut Dr Asep S. Muhtadi kegiatan tindak lanjut itu bermakna strategis, sebab kegiatan tersebut menjamin penerapan hasil pelatihan sebagai sesuatu yang mesti berkelanjutan. Kegiatan tindak lanjut yang berupa pendampingan bertujuan untuk menguatkan penerapan hasil pelatihan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kegiatan pembelajaran seperti yang dilaksanakan DBE3 dalam pelatihan tersebut patut mendapatkan acungan jempol. Karena dalam kegiatan pembelajaran tersebut sangat menyenangkan dan bermakna, yang sebenarnya sangat cocok dengan arti pembelajaran yang sebenarnya. Demikian pula pada saat pesert...

IDENTIFIKASI MASALAH PEMBELAJARAN UNTUK LESSON STUDI DAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

 

Dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah pembelajaran , dapat dilakukan dengan cara bekerjasama antar beberapa guru. Kegiatan yang dilakukan dengan bekerjasama ini akan  menjadi modal dasar untuk membangun kegiatan-kegiatan guru dalam rangka  peningkatan profesionalisme , misalnya dalam kegiatan MGMP.

Kegiatan pelatihan guru di Wajo Sulsel.(Dokumen Pribadi)


Masalah-masalah yang teridentifikasi dalam kegiatanini ada yang dapat ditemukan  pemecahannya melalui diskusi di MGMP, tetapi ada masalah lain yang memerlukan  ujicoba tindakan di kelas untuk mengetahui secara pasti ketepatan pemecahannya.  Pemecahan masalah, baik yang dihasilkan melalui diskusi maupun yang memerlukan  ujicoba, perlu dirancang penerapannya dan pemraktikannya.  Setelah masalah dan pemecahannya teridentifikasi, peserta akan merancang Rencana  Pelaksanaan  Pembelajaran (RPP) atau mengkaji RPP yang sudah ada dengan  memperhatikan kemungkinan masalah dan pemecahannya tersebut sehingga  pembelajaran menjadi lebih baik. RPP tersebut kemudian dilaksanakan (diujicobakan),  dalam KBM di kelas , dipantau keterlaksanaannya, diperbaiki, kemudian diujicobakan kembali, dan diperbaiki  lagi dalam kegiatan lesson study.

Dalam pembelajaran di kelas banyak sekali permasalahan yang teridentifikasi. Kalau jeli , kita dapat mengelompokan permasalahan KBM tersebut dalam suatu aspek pembelajaran sehingga kita dapat merumuskan masalah yang dapat diangkat dalam kegiatan lesson study. Bahkan dari kegiatan upaya perbaikan dari suatu masalah tersebut dapat kita tulis dan menjadi sebuah penelitian tindakan kelas ( PTK).

Berdasarkan aspek pembelajaran , dalam menerapkan KBM  terdapat permasalahan yang sering dihadapi guru dalam melakukan proses pembelajaran dikelas antara lain sebagai berikut :

1.      Telaah Kurikulum

a  Guru masih kesulitan dalam mengelompokkan KD-KD yang relevan

b  Guru masih kesulitan dalam menentukan tema yang memayungi kelompok KD

c  Guru masih kesulitan dalam mengembangkan ide-ide pembelajaran

d  Guru masih kesulitan dalam menginterpretasi substansi KD

e  Guru masih kesulitan dalam menentukan indikator untuk ketercapaian KD

 

2.   Pemecahan Masalah

a  Guru masih kesulitan dalam mengembangkan tugas yang melatih siswa utk memecahkan masalah

b  Guru masih kesulitan dalam menentukan pertanyaan tingkat tinggi yang termasuk pemecahan masalah

c  Guru masih kesulitan dalam merancang tugas pemecahan masalah yang relevan dengan siswa

d  Guru masih kesulitan dalam membimbing siswa dalam menyelesaikan tugas pemecahanmasalah 

 

3.   Kerja Kooperatif

a  Tidak semua anggota kelompok berpartisasi aktif

b  Guru masih kesulitan dalam mengembangkan tugas yang sesuai dengan model

    belajarkelompok yang dipilih

c  Guru masih kesulitan dalam mendampingi kelompok ketika berdiskusi

d  Beberapa siswa belum menghasilkan produk/laporan yang baik

e  Guru masih kesulitan dalam mengatur secara efektif dan efisien berbagi hasil kerja kelompok 

f  Siswa tidak bekerja secara kooperatif walaupun gurumenugaskannya

g  Siswa tidak dapat menjalankan tugas praktikum dengan cara yang benar

 

4.  Bertanya dan Lembar  Kerja Peserta Didik

a  Guru masih kesulitan dalam merumuskan pertanyaan tingkat tinggi.  

b  Guru masih kesulitan dalam mengajukan pertanyaan tingkat tinggi dalam proses pembelajaran

c  Guru masih kesulitan dalam mengelola pertanyaan agar siswa tetap terdorong untuk berpikir tingkat tinggi 

d  Guru masih kesulitan dalam merespon jawaban siswa atas pertanyaan tingkat tinggi yang diajukannya.

e  Siswa tidak mampu menjawab pertanyaan tingkat tinggi  

 

5.  Media  Pembelajaran

a  Pemanfaatan media pembelajaran belum berdasarkan efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran.

b  Media yang digunakan belum sesuai dengan SK dan KD.

c  Pemanfaatan media masih didominasi guru, bukan untuk siswa belajar.

d  Media yang digunakan kurang variatif, kecenderungannya hanya mengulang media yang sudah ada.

e  Penggunaan media terlalu sederhana/tidak memicu siswa berfikir tingkat tinggi

 

6.  Karya Siswa

a Guru masih kesulitan dalam menetapkan kriteria karya siswa yang patut dipajangkan, tanpa mengorbankan motivasi anak.

b Pajangan di beberapa kelas belum ditata sedemikian rupa sehingga memperindah kelas dan sekolah.

c  Guru masih kesulitan mengatur waktu dan tempat pemajangan.

d  Pemanfaatkan karya siswa sebagai media pembelajaran masih kurang.

 

6.  Penilaian

a  Guru masih kesulitan dalam menentukan kriteria/aspek penilaian

b  Guru masih kesulitan dalam membuat gradasi kompetensi dalam rubrik penilaian

c  Guru masih kesulitan dalam mengembangkan indikator

d  Guru masih kesulitan dalam menindaklanjuti hasil penilaian karya siswa

 

Dari komponen aspek pengajaran diatas , dapat memudahkan guru untuk mengidentifikasi permasalahan sehari-hari yang dihadapi dalam kelas . Dari beberapa permasalahan  yang dominan dapat diangkat oleh guru untuk dilakukan upaya pemecahan masalah dengan perbaikan . Upaya perbaikan dapat dilakukan baik secara individu atau kelompok dalam kegiatan lesson study .

Wadah untuk melakukan perbaikan yang tepat adalah kegiatan MGMP baik di sekolah maupun di tingkat Kota/Kabupaten dalam sanggar MGMP.Upaya perbaikan ini sangat bermanfaat sekali baik untuk siswa , guru dan sekolah , karena akan menghasilkan pembelajaran yang lebih bermutu , efektif dan efisien. Dampak yang sangat nyata akan meningkatkan proses dan hasil belajar siswa serta profesionalisme guru akan semakin meningkat.

Dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru , maka sudah saatnya segala bentuk hasil kreatifitas dan inovasi guru dapat ditulis dalam karya ilmiah. Kegiatan PTK yang merupakan sarana guru menghasilkan karya ilmiah harus terus-menerus dilakukan sehingga profesionalitas guru benar-benar dapat kita wujudkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Air Hujan sebagai Sumber Air Rumah Tangga di Daerah Kering”

Meningkatkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus

Apa Itu Tanah? Pengertian, Proses Pembentukan, dan Manfaatnya Bagi Kehidupan