Pelatihan Saja Tidak Cukup: Pentingnya Pendampingan Pembelajaran

Gambar
Follow up suatu pelatihan tidak banyak terjadi dari berbagai pelatihan yang pernah diikuti penulis. Namun tidak seperti pelatihan yang baru-baru ini , Pelatihan Pembelajaran Bermakna (BTL3) yang diselenggarakan DBE 3 memang beda . Karena setelah melakukan pelatihan peserta masih dituntut untuk melaksanakan program tindak lanjut berupa pendampingan. Pendampingan Pembelajaran (Pexels.com/rdne) Menurut Dr Asep S. Muhtadi kegiatan tindak lanjut itu bermakna strategis, sebab kegiatan tersebut menjamin penerapan hasil pelatihan sebagai sesuatu yang mesti berkelanjutan. Kegiatan tindak lanjut yang berupa pendampingan bertujuan untuk menguatkan penerapan hasil pelatihan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kegiatan pembelajaran seperti yang dilaksanakan DBE3 dalam pelatihan tersebut patut mendapatkan acungan jempol. Karena dalam kegiatan pembelajaran tersebut sangat menyenangkan dan bermakna, yang sebenarnya sangat cocok dengan arti pembelajaran yang sebenarnya. Demikian pula pada saat pesert...

“Proses Terjadinya Vulkanisme dan Jenis Letusan Gunung Berapi”

 

Vulkanisme adalah peristiwa keluarnya magma ke permukaan bumi. Magma adalah batuan cair pijar bersuhu tinggi yang tersusun dari mineral  dan mengandung gas yang berasal dari dapur magma (batholid). Perbedaan kedalaman dapur magma akan mengakibatkan perbedaan kuat lemahnya daya ledak  kegiatan vulkanisme.

Proses Vulkanis ( http://zahrosofie.wordpress.com )

Aktifitas magma setelah dari dapur magma sebagai berikut :

a)     Intrusi magma adalah magma yang menyusup keatas diantara lapisan-lapisan batuan.

b)    Ekstrusi magma adalah magma yang keluar hingga permukaan bumi.

 

a. Jenis Erupsi

Jenis-jenis Erupsi magma dibedakan berdasarkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Berdasarkan sifat erupsinya yaitu :

a)     Erupsi eksplosif (vulkanik) letusan yang ditimbulkan akan memuntahkan material vulkanik padat dan cair akibat tekanan gas yang kuat.

b)    Erupsi efusif karena letusan lemah yang dikeluarkan hanya lelehan lava.

c)     Erupsi campuran merupakan gabungan erupsi eksplosif dan efusif.

  1. Berdasarkan proses keluarnya ,yaitu :

a)     Erupsi sentral apabila magma yang keluar dari sebuah lubang yang membentuk gunung.

b)    Erupsi areal apabila magma yang keluar letaknya dekat dengan permukaan bumi sehingga membakar atap dan melelehkan seluruh permukaan bumi.

c)     Erupsi Linier apabila magma yang keluar melalui retakan kulit bumi sehingga membentuk deretan gunung.

 

Erupsi berdasarkan penyebabnya dibedakan atas :

a)     Erupsi magma   , penyebabnya magma.

b)    Hidro erupsi , dari tekanan uap air diluar magma akibat pemanasan.

c)     Erupsi preatik , dari tekanan uap air tanah yang mengalami pemanasan.

d)    Erupsi Preato-Magnetik , dari gabungan erupsi magma dan erupsi preatik.

 

b. Jenis Tipe Letusan Gunung Berapi

 

Karena derajat kekentalan dan kedalaman magma , letusan gunung berapi beraneka ragam, diantaranya jenis-jenis letusannya sebagai berikut :

1)    Tipe Hawai , dengan ciri-ciri ; lava cair dan encer, dapar magma dangkal dan tekanan gas rendah, menghasilkan gunung api perisai.

2)    Tipe Stromboli, dengan ciri-ciri ; tipe letusan sama dengan tipe Hawai, tekanan gas sedang karena dapur magma dangkal, letusan terus-menerus dan tidak kuat, tipe ini bersifat membangun.

3)    Tipe Vulkano, dengan ciri-ciri ; magma cair dan kental, melemparkan material padat dan debu gas, letak dapur magma dangkal.

4)    Tipe Merapi , dengan ciri-ciri ;   longsoran lava berawan panas, material lava langsung dari magma.

5)    Tipe Pelee dengan ciri-ciri : awan panas mengalir arah mendatar, tipe erupsi efusif.

6)    Tipe Saint Vincent, dengan ciri-ciri ; awan panas yang menyebar kesegala arah, terjadi pada gunung yang mempunyai danau kawah.

7)    Tipe Perret, dengan ciri-ciri erupsinya menghancurkan puncak gunung berapi, membentuk awan dengan debu tebal dan gelap yang membubung tinggi, material lutusan mengarah ketempat tertentu.


Tipe Letusan Gunung Berapi ( http://110.138.206.53/bahan-ajar )

c. Bentuk Gunung Berapi

Peristiwa vulkanis menghasilkan bermacam-macam  bentuk gunung berapi. Berikut ini bentuk-bentuk gunung berapi  yaitu :

a)     Gunung api kerucut (Strato) , proses terbentuknya selain mengeluarkan lava cair juga bahan-bahan padat keluar dari kawahnya yang semakin lama akan membentuk timbunan makin tinggi hingga terbentuklan gunung api kerucut.

b)    Gunung api perisai (tameng), proses terjadinya material yang keluar dari kawah gunung hanya lava cair  dan selalu meleleh tidak dapat tertimbun-timbun lagi sehingga membentuk gunung yang tidak tinggi dengan lereng yang landai.

c)     Gunung api corong (maar), hal ini terjadi karena letusan gunung api hanya sekali meletus dan sesudah itu terhenti dan yang tinggal hanyalah kawah  yang disebut maar.

Bentuk-brntuk Gunung Berapi (http://education-generation.blogspot.com)

Tanda-tanda gunung meletus antara lain suhu tinggi disekitar gunung berapi yang berakibat tamanan layu/mati , binatang hutan turun ke pemukiman penduduk , dan gempa bumi yang berulang-ulang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Air Hujan sebagai Sumber Air Rumah Tangga di Daerah Kering”

Meningkatkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus

Apa Itu Tanah? Pengertian, Proses Pembentukan, dan Manfaatnya Bagi Kehidupan