Pelatihan Saja Tidak Cukup: Pentingnya Pendampingan Pembelajaran

Gambar
Follow up suatu pelatihan tidak banyak terjadi dari berbagai pelatihan yang pernah diikuti penulis. Namun tidak seperti pelatihan yang baru-baru ini , Pelatihan Pembelajaran Bermakna (BTL3) yang diselenggarakan DBE 3 memang beda . Karena setelah melakukan pelatihan peserta masih dituntut untuk melaksanakan program tindak lanjut berupa pendampingan. Pendampingan Pembelajaran (Pexels.com/rdne) Menurut Dr Asep S. Muhtadi kegiatan tindak lanjut itu bermakna strategis, sebab kegiatan tersebut menjamin penerapan hasil pelatihan sebagai sesuatu yang mesti berkelanjutan. Kegiatan tindak lanjut yang berupa pendampingan bertujuan untuk menguatkan penerapan hasil pelatihan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kegiatan pembelajaran seperti yang dilaksanakan DBE3 dalam pelatihan tersebut patut mendapatkan acungan jempol. Karena dalam kegiatan pembelajaran tersebut sangat menyenangkan dan bermakna, yang sebenarnya sangat cocok dengan arti pembelajaran yang sebenarnya. Demikian pula pada saat pesert...

Letak Astronomis dan Geografis Indonesia serta Pengaruhnya

Indonesia telah dikenal luas sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. 2/3 wilayah negara ini adalah lautan, berjajar di atasnya belasan ribu pulau yang sambung -menyambung dari Sabang sampai Merauke. Terhampar garis pantai yang amat panjang, hutan tropis yang senantiasa menghijau karena terguyur hujan sepanjang tahun dengan berbagai satwa cantik di dalamnya dan puncak-puncak vulkanik yang mengintip di berbagai penjuru. Marilah kita pelajarah letak wilayah Indonesia.

Peta Indonesia ( http://www.tipswisatamurah.com )


Letak Indonesia artinya tempat beradanya wilayah Indonesia di permukaan bumi. Berdasarkan sifatnya, letak dapat dibedakan menjadi dua, yaitu letak astronomis atau letak absolut dan letak geografis atau letak relatif.

          Letak astronomis dapat diartikan sebagai letak wilayah  berdasarkan kedudukan garis lintang dan garis bujur. Secara astronomis, wilayah Indonesia berada antara 6° LU – 11° LS dan 95° BT – 141° BT. Berdasarkan letak astronomis Indonesia tersebut maka :

  1. Wilayah Indonesia paling utara terletak di Pulau Weh  ( 6° LU. )
  2. Wilayah Indonesia paling selatan terletak di Pulau Roti (11° LS.)
  3. Wilayah Indonesia paling barat terletak di kota Sabang  (95° BT.)
  4. Wilayah Indonesia paling timur terletak di kota Merauke (141° BT.)

Indonesia di lalui garis khatulistiwa atau garis equator atau garis lini adalah garis lintang 0°. Garis lintang dipergunakan untuk membagi wilayah iklim di bumi yang disebut iklim matahari. (Kota Pontianak dijuluki sebagai “Kota Khatulistiwa” karenagaris lintang 0 ° persis berada di Kota Pontianak.)

Garis bujur adalah garis khayal pada peta atau globe yang menghubungkan kutub utara dan selatan bumi. Bumi dibagi menjadi 180° garis bujur timur (BT) dan 180 ° garis bujur barat (BB). Perhitungan garis bujur 0° dimulai dari Kota Greenwich dekat Kota London. Garis bujur dipergunakan untuk menentukan waktu suatu daerah. (Setiap selisih garis bujur 15°  selisih waktunya 1 jam . Pergeseran arah ke timur waktu maju, sedangkan ke arah barat waktu mundur.)


Letak lintang menyebabkan Indonesia beriklim tropis. dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  1. memiliki curah hujan yang tinggi,
  2. memiliki hujan hutan tropis yang luas dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi,
  3. menerima penyinaran matahari sepanjang tahun,
  4. banyak terjadi penguapan sehingga kelembapan udara cukup tinggi.

Letak bujur membagi wilayah Indonesia ke dalam tiga daerah waktu berikut ini.

  1. Waktu Indonesia Barat (WIB) dengan patokan garis bujur 105° BT Daerah waktunya meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
  2. Waktu Indonesia Tengah (WITA) dengan patokan garis bujur 120° BT Daerah waktunya meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, NTT, NTB, Sulawesi, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
  3. Waktu Indonesia Timur (WIT), dengan patokan garis bujur 135° BT. Daerah waktunya meliputi Kepulauan Maluku, Papua, dan pulaupulau kecil di sekitarnya.

Letak geografis diartikan sebagai letak suatu wilayah kaitannya dengan wilayah lain di muka bumi. Secara geografis. Indonesia terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Letak geografis Indonesia yang demikian menempatkan Indonesia di posisi silang, sehingga Indonesia berada pada jalur transportasi perdagangan yang ramai. Dampak dari posisi silang tersebut  menyebabkan Indonesia kaya akan keragaman budaya dan suku bangsa.

Perpaduan antara letak astronomis dengan letak geografis Indonesia tersebut menimbulkan kondisi sebagai berikut :

  1. Matahari bersinar terus menerus sepanjang tahun.
  2. Penguapan tinggi, sehingga kelembapan juga tinggi.
  3. Memiliki curah hujan yang relatif tinggi.
  4. Memiliki wilayah hutan hujan tropis yang cukup lebat.
  5. Memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau sebagai akibat pergerakan angin muson.

Berdasarkan letak geografis , Indonesia terletak diantara dua benua (Asia dan Australia) dan dua  samudera ( Samudera Pasifik dan Samudera Hindia), ternyata posisi tersebut sangat berpengaruh terhadap iklim di Indonesia yakni iklim muson/musim dimana setiap tahun terdapat perubahan musim (Musim hujan Oktober - Maret dan musim kemarau Maret sampai Oktober).

Sedangkan berdasarkan letak astronomis Indonesia termasuk ke dalam daerah tropis yang merupakan daerah peredaran matahari  semu tahunan . Peredaran matahari semu tahuanan yaitu gerakan matahari dari khatulistiwa menuju garis balik utara dan kembali lagi ke khatulistiwa dan terus bergerak ke garis balik selatan , demikian seterusnya sepanjang tahun.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Air Hujan sebagai Sumber Air Rumah Tangga di Daerah Kering”

Meningkatkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus

Apa Itu Tanah? Pengertian, Proses Pembentukan, dan Manfaatnya Bagi Kehidupan