Pelatihan Saja Tidak Cukup: Pentingnya Pendampingan Pembelajaran

Gambar
Follow up suatu pelatihan tidak banyak terjadi dari berbagai pelatihan yang pernah diikuti penulis. Namun tidak seperti pelatihan yang baru-baru ini , Pelatihan Pembelajaran Bermakna (BTL3) yang diselenggarakan DBE 3 memang beda . Karena setelah melakukan pelatihan peserta masih dituntut untuk melaksanakan program tindak lanjut berupa pendampingan. Pendampingan Pembelajaran (Pexels.com/rdne) Menurut Dr Asep S. Muhtadi kegiatan tindak lanjut itu bermakna strategis, sebab kegiatan tersebut menjamin penerapan hasil pelatihan sebagai sesuatu yang mesti berkelanjutan. Kegiatan tindak lanjut yang berupa pendampingan bertujuan untuk menguatkan penerapan hasil pelatihan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kegiatan pembelajaran seperti yang dilaksanakan DBE3 dalam pelatihan tersebut patut mendapatkan acungan jempol. Karena dalam kegiatan pembelajaran tersebut sangat menyenangkan dan bermakna, yang sebenarnya sangat cocok dengan arti pembelajaran yang sebenarnya. Demikian pula pada saat pesert...

“Budi Utomo: Benih Kecil yang Menumbuhkan Semangat Kemerdekaan”

 

Mengenang Perjuangan Pergerakan Nasional (Pexels.com?Ruly Nurul Ihsan)

Menurut Nyoman Dekker , pergerakan nasional adalah gerakan bangsa itu walaupun yang bergerak sebagian rakyat atau sebagai kecil sekalipun asalkan apa yang menjadi tujuan itu dapat menentukan nasib bangsa itu secara keseluruhan menuju suatu tujuan tertentu yakni kemerdekaan.Pergerakan nasional pada umumnya merupakan pergerakan dari bangsa yang terjajah melawan bangsa yang menjajah untuk mendirikan suatu bangsa yang merdeka.

            Pergerakan nasional dalam sejarah bangsa Indonesia merupakan salah satu yangpenting. Pergerakan nasional Indonesia meliputi berbagai gerakan atau aksi yang dilakukan dalam bentuk organisasi secara modern menuju kearah yang lebih baik terutama dalam kehidupan bangsa Indonesia. Dalam perkembangannya , pergerakan nasional ini ada yang bersifat radikal dan moderat , namun kesemuanya merupakan sebuah taktik perjuangan.

            Perjuangan nasional ini memiliki cakupan waktu yang sangat luas  karena perjuangan bangsa itu sebenarnya sejak bangsa itu ada , sampai mencapai tujuannya., sedangkan pergerakan nasional waktunya meliputi kurun waktu 1908 – 1945. Menurut Susanto Tirto projo , bahwa perjuangan mempunyai arti luas  sehingga perlawanan yang dilakukan oleh pahlawan-pahlawan kita seperti Pangeran Diponegoro, Tengku Umar , Pangeran Antasari, Imam Bonjol , Hasanudin dan sebagainya merupakan peristiwa –peristiwa dalam perjuangan nasional Indonesia.

            Namum perjuangan mereka dalam strategi perjuangannya lebih mengutamakan strategi fisik. Hal yang kurang mendapat perhatian adalah koordinasi dalam perjuangan dan komunikasi belum terkoordinir. Sehingga walaupun perjuangannya hampir bersamaan waktunya dikobar di Indonesia , mereka bertujuan atas dasar tujuan yang sendiri-sendiri dan belum tercipta tujuan bersama secara nasional dengan koordinasi dan kominikasi yang baik. Sehingga perjuangan mereka dapat dikatakan bersifat kedaerahan.

            Pergerakan Nasional adalah perjuangan melawan pemerintahan kolonial Hindia Belanda yangditandai dengan berdirinya organisasi Budi Utomo 20 Mei 1908. Adalah bentuk perjuangan yang memiliki ciri yang berbeda dengan perjuangan sebelumnyayang bersifat kedaerahan . Berdasarkan Kepres No. 316 tertanggal 16 Desember 1959, menetapkan setiap tanggal 20 Mei sebagai hari Kebangkitan nasional Dalam Pergerakan Nasional, perjuanganyang dilakukan telah menggunakan organisasi dengan menekankan pada tujuan yang dicapai adalah untuk kepentingan nasional yakni kemerdekaan nasional.
            Wahidin Sudiro Husodo , seorang dokter pada tahun 1906 sampai 1907 mengkampanyekan dikalangan priyayi di Pulau Jawa untuk meningkatkan martabat rakyat. Namun kampanye tersebut kurang mendapat tanggapan yang memuaskan karena sebagian besar priyayi Jawa mempunyai kedudukan lebih tinggi dari orang kebanyakan sehingga usaha mengghimpun dana pelajar mengalami hambatan. Upaya kampanye Wahidin Sudiro Husodo mempengaruhi jiwa Sutomo seorang pelajar STOVIA Jakarta sehingga lebih mendorong membesarkan cita-cita Sutomo. Pada Hari Rabu 20 Mei 1908 bertempat di Jakarta para pelajar lanjutan , sekolah-sekolah ambtenaar dan sekolah guru di gedung STOVIA Jakarta mendirikan Budi Utomo dengan menunjuk Sutomo sebagai ketua.

            Dalam konggresnya yang pertama kalinya di Yogayakarta tanggal 3 – 5 Oktober 1908 terpilih sebagai ketua Raden Tumenggung Aryo Tirtokoesoemo Bupati Karang Anyar dengan wakil ketua Dr. Wahidin Sudiro Husodo. Pada mulanya Budi Utomo bukan sebagai partai politik , hal ini terlihat dengan tujuan : Bumiputra sehingga tercapai suatu Bond Bangsa Jawa seluruhnya, perbaikan pelajaran disekolah, mendirikan badan wakaf untuk kepentingan belanja anak-anak bersekolah, membuka sekolah pertanian, memajukan tehnik dan industri, menghidupkan kembali seni dan budaya Bumiputra menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam rangka mencapai kesejahteraan rakyat.

            Terpilihnya R.T.A Tirtokoesoemo seorang bupati sebagai ketua rupanya dimaksudkan untuk memberikan kekuatan pada Budi Utomo yang berdampak positif  dalam rangka menggalang keanggotaan Budi Utomo. Akhirnya mendapat pengakuan dari pemerintah melalui keputusan tanggal 28 Desember 1909 anggaran dasar Budi Utomo disahkan oleh pemerintah. Dalam perkembangannya keterbatasan dalam hal keanggotaan lebih mengutamakan kaum intelektual serta wilayahnya meliputi Jawa , Bali dan Madura kurang memberikan peluang Budi Utomo menjadi organisasi massa. Walaupun bergerak dalam bidang politik karena pemerintahan Kolonial  Belanda  menerapkan bingkai politik tentu tidak dapat berbicara banyak dan pada tahun 1935 Budi Utomo mengadakan fusi ke dalam Parindra.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Air Hujan sebagai Sumber Air Rumah Tangga di Daerah Kering”

Meningkatkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus

Apa Itu Tanah? Pengertian, Proses Pembentukan, dan Manfaatnya Bagi Kehidupan