Pelatihan Saja Tidak Cukup: Pentingnya Pendampingan Pembelajaran

Gambar
Follow up suatu pelatihan tidak banyak terjadi dari berbagai pelatihan yang pernah diikuti penulis. Namun tidak seperti pelatihan yang baru-baru ini , Pelatihan Pembelajaran Bermakna (BTL3) yang diselenggarakan DBE 3 memang beda . Karena setelah melakukan pelatihan peserta masih dituntut untuk melaksanakan program tindak lanjut berupa pendampingan. Pendampingan Pembelajaran (Pexels.com/rdne) Menurut Dr Asep S. Muhtadi kegiatan tindak lanjut itu bermakna strategis, sebab kegiatan tersebut menjamin penerapan hasil pelatihan sebagai sesuatu yang mesti berkelanjutan. Kegiatan tindak lanjut yang berupa pendampingan bertujuan untuk menguatkan penerapan hasil pelatihan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kegiatan pembelajaran seperti yang dilaksanakan DBE3 dalam pelatihan tersebut patut mendapatkan acungan jempol. Karena dalam kegiatan pembelajaran tersebut sangat menyenangkan dan bermakna, yang sebenarnya sangat cocok dengan arti pembelajaran yang sebenarnya. Demikian pula pada saat pesert...

“Kerajaan Mataram Hindu: Sumber Sejarah, Raja-Raja, dan Dinasti Sanjaya–Syailendra”

 

Kerajaan Mataran Hindu di Jawa Tengah terdapat prasanti Canggal  yang ditandai dengan Candrasengkala Crutio Indria Rasa = 654 C = 732 M yang diketemukan di Desa Canggal daerah Kedu dekat Sleman , Yogyakarta. Prasasti ini berbahasa Sanskerta dan Huruf Palawa . Isinya asal-usul sanjaya dan pembangunan lingga di Bukit Stirangga. Pendirian bangunan itu sebagai sara terimakasih kepada Dewa Ciwa. Jadi Sanjaya adalah pemeluk agama Hindu. Letak secara tepat Kerajaan dapat dipastikan kemungkinan besar di daerah Kedu sampai Prambanan (berdasarkan letah prasasti diketemukan ).

Urutan nama raja Mataram yang terdapat pada prasasti Kedu  tahun 907 M dan dikeluarkan oleh raja Balitung sebagai berikut :

a)     Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya (Prasasti Canggal 732 M)

b)    Maharaja Panangkaran –Pancapana di prasasti Kalasan 778 M  dan Prasasti Ratu Boko

c)     Maharaja Panunggalan

d)    Maharaja Warak

e)     Garung

f)   Maharaja Pikatan atau Khumbayoni,Jatiningrat atau Agasta (prasasti Perot 850 M, Argopuro 864 M, Tulisan di candi Plaosan,Pareng, Ratu Bako)

g)    Maharaja Kayuwangi (prasasti tembaga Ngabelhan,Prasasti Surabaya, Prasasti Argopuro)

h)    Maharaja Watuhumalang

Dalam perkembangan selanjutkan ditemukan prasasti Wanua Tengah III , pada Nopember 1983 diDesa Dukuh Dunglo Desa Gandulan , Kecamatan Kaloran , Kabupaten Temanggung. Yang tertulis dalam dua lempeng tembaga I dan II berhuruf jawa kuno berbahasa sanskerta yang dibuat raja balitung 830 – 908 Masehi. Isinya adalah : memperingati perubahan status Tanah Sima Wihara di Pikatan ditetapkan menjadi Pelungguh raja atas perintah raja belitung ditulis pula urutan raja Mataram Hindu lengkap dengan tahunnya yaitu  :

 

Tabel 1  : Urutan Raja Mataram Kuno, Berdasarkan Prasasti Wanua Tengah III

No

Nama

Naik Tahta

Wafat

1

Rakai mataran Sanjaya

-

 

2

Rakai Panangkaran

668C (7Okt-746 M)

-

3

Rake Panaraban

706 C (1april-784M)

-

4

Rake Warak Dyah Manara

725 C (28 maret –803 M)

(Lumah) di Kelasa

5

Dyah Gula

749 C (5 Agustus-827M)

-

6

Rake Garung

750 C(24 Januari-828 M)

(lumah) di Tluk 768 C

7

Rake Pikatan Dyah Saladu

768 C (24 januari –847 M)

777C (27 Mei-855 M)

8

Rake Kayuwangi Dyah Lokapala

777C (27 Mei-855 M)

806 C ( 5 Peb -885 M)

9

Dyah Tagwas

806 C (5 Peb –885 M)

807 C ( 27 Sep – 885 M_)

10

Rake Panumbangan Dyah Dewendra

807 C (27 Januari –887M)

808 C (27 Januari 887 M)

11

Rake Garungwangi Dyah Badra

816 C (27 Nop-887 )

Minggat (24 Feb-887 M )

12

Rake Wungkal Humalang Dyah Jbang

816 C (27 Nop-894 M)

820 C (23 Mei – 898 M )

13

Sri Maharaja Rake Watukara Dyah Balitung

820 C (23 Mei –898 M)

-

 

Sanjaya sebagai raja pertama Mataram Hindu yang sebelumnya menggantikan raja sebelumnya (menurut prasasti Canggal) bernama Sanna. Sanjaya memerintah dengan arif dan adil. Dengan bukti mendirikan Lingga untuk keselamatan rakyat.Sanjaya digantikan putranya Panangkaran yang memeluh agama Budha.Prasasti Kalasan menyebutkan Raja Panangkaran telah memberikan hadiah tanah dan memerintah membangun candi untuk Dewi Tara dan sebuah biara untuk pendeta Budha.Dengan demikian terjadi  perbedaan agama antara Sanjaya dan Panangkaran .Disamping Dinasti Sanjaya di Mataran terdapat dinasti lagi yaitu Dinasti Syailendra dengan urutan raja-raja Syailendra sebagai berikut :

a)     Bhanu disebut dalam prasasti Plumpungan di Salatiga 752 M.

b)    Visnu , prasasti Ligor B , Prasasti kalasan, Prasasti Ratu Boko

c)     Indra : Prasasti Kelurak

d)    Samaratungga

e)     Pramodyawardani atau Cri Kahulunan yang kawin dengan Pikatan  dari Dinasti Sanjaya

f)     Balaputra

Raja-raja  dinasti Syailendra yang memerintah bersama-sama dengan Dinasti Sanjaya adalah Pramodyawardani yang melakukan perkawinan dengan Pikatan. Hal ini menjadikan adik Pramodyawardani yang bersama Balaputra perang melawan Pikatan , akhirnya kalah dan lari ke Sumatera dan selanjutnya berhasil mendirikan raja di Sriwijaya. Pada zaman kerajaan mataram hindu terdapat kedua dinasti dengan terjadi perbedaan agam, namun mereka saling hidup rukun.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Air Hujan sebagai Sumber Air Rumah Tangga di Daerah Kering”

Meningkatkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus

Apa Itu Tanah? Pengertian, Proses Pembentukan, dan Manfaatnya Bagi Kehidupan