Menapaki 5 Anak Tangga Peradaban Perkembangan suatu Negara. Dimana Posisi Negara Kita Menurut Rostow?

Gambar
Pernahkah Anda membayangkan bahwa perkembangan sebuah negara bisa dianalogikan seperti perjalanan hidup manusia? Dari masa "kanak-kanak" yang tradisional, lalu "remaja" yang mulai bangkit, "dewasa" yang lepas landas, hingga "matang" dan "makmur". Inilah yang digambarkan oleh seorang ahli ekonomi terkenal, Walt Whitman Rostow, dalam teorinya tentang "Lima Tahap Pertumbuhan Ekonomi". Mari kita berwisata intelektual menyusuri lima tingkatan negara versi Rostow. Sambil jalan-jalan, coba tebak, Indonesia berada di tahap mana? 1. Masyarakat Tradisional (The Traditional Society) Di tahap paling awal ini, negara ibarat perahu layar yang berjalan lambat. Ciri khasnya: Produktivitas rendah : Bertani dengan cara turun-temurun, belum paham teknologi modern. Uang belum berputar : Belum ada sistem ekonomi pasar yang sehat. Penghasilan pas-pasan : Pendapatan rendah, tabungan hampir tidak ada. Mobilitas sosial macet : Anak kuli ya jadi kuli, ...

Kebutuhan Dan Sumber daya

Mengapa orang bekerja atau melakukan kegiatan , hal ini alasan pokok mereka lakukan yaitu kebutuhan akan sesuatu barang dan jasa yang mereka perlukan untuk memenuhi suatu keinginan. Untuk memahami pengertian keinginan dan kebutuhan dapat dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari :

a)     Ketika orang ingin naik mobil , maka ia butuh mobil

b)    Ketika orang sedang sakit ia ingin cepat sembuh , maka ia butuh obat dan jasa dokter

c)     Ketika orang ingin kaya , ia butuh uang banyak dan harta benda yang melimpah

Dari hal tersebut diatas , akan memahami pengertian keinginan dan kebutuhan. Keinginan berkaitan dengan keadaan orang yang memerlukan permuasan , dan keinginan cenderung sangat tidak terbatas.Keinginan akan dapat dipuaskan apabila terpenuhi kebutuhan akan alat pemuas (barang dan jasa) yang diperlukan. Dengan demikian kebutuhan alat pemuas akan menjadi sarana terpenuhinya atau terpuaskan keinginan.

Mana yang jadi prioritas, Keinginan atau Kebutuhan (http://www.orbit-digital.com)

 

Keinginan manusia yang perlu dipenuhi sangat beraneka ragam, maka kebutuhan manusia akan alat pemuas juga bermacam-macam.

Berdasarkan tingkat kepentingannya, macam-macam kebutuhan antara lain :

a)     Kebutuhan primer (makan,pakaian, rumah, pendidikan)

b)    Kebutuhan sekunder (TV , DVD, hiburan )

c)     Kebutuhan tersier (mobil mewah, rumah mewah, hiburan mewah)

Berdasarkan sumber yang merasakannya , kebutuhan dibedakan :

a)     Kebutuhan Jasmani ( pakaian, mobil)

b)    Kebutuhan Rohani (Rekreasi)

Berdasarkan sifat waktu , kebutuhan dibedakan :

a)     Kebutuhan sekarang (tidak dapat ditunda) , (obat bagai orang sakit, makanan)

b)    Kebutuhan yang akan datang ( dapat ditunda),  (rekreasi , mobil bagus)

Berdasarkan perorangan dan kelompok , kebutuhan dibedakan :

a)     Kebutuhan individu ( pakaian, sikat gigi, mobil)

b)    Kebutuhan Kelompok (jalan raya, sekolah, tempat ibadah)

Keinginan manusia cenderung tidak terbatas sedangkan kebutuhan akan alat pemuas juga tidak terbatas. Oleh sebab ini manusia harus mengatur dan memprioritaskan suatu keinginan dan kebutuhan dari yang sangat penting sampai yang pada ditunda. Kebutuhan dan keinginan mana yang harus di utamakan pemenuhannya, dinomer duakan, dinomer tigakan dan seterusnya. Manusia harus membuat suatu  daftar urutan pemenuhan keinginan dan kebutuhan , sehingga skala prioritas kebutuhan yang perlu dipenuhi dengan alat pemuas yang kita miliki. Akibatnya apabila kita dapat memanfaatkan alat pemuas secara cermat, sehingga alat pemuas tersebut benar-benar dapat mencapai nilai ekonomi yang optimal.

Untuk memenuhi kebutuhan akan alat pemuas (barang dan jasa) diperlukan sumber daya baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Dengan perpaduan SDM dan SDA kita dapat menghasilkan alat pemuas berupa barang dan jasa. Pada dasarnya segala sesuatu yang disediakan alam dapat dimanfaatkan manusia. Segala sesuatu yang disediakan alam yang dapat digunakan manusia di sebut SDA. Namun mamusia darus meningkatkan kemampuan SDM seperti pengetahuan dan tehnologi , agar dapat memanfaatkan SDA secara optimal.

SDA berdasarkan jumlah dapat dibedakan :

a)     SDA bersifat ekonomi  ( karena terbatas dalam pemenuhannya membutuhkan pengorbanan yang berarti) , misalnya perhiasan

b)    SDA bersifat bebas (karena jumlahnya tidak terbatas tidak memerlukan pengorbanan  yang berarti, misalnya sinar matahari ,udara.

Sumber : ( Yulmadia Yulir dan Trisno Widodo, Buku Geografi Kelas 1 SMP, Bumi Aksara, 2003 )

Kata Kunci: #Kebutuhan Manusia,  #Sumber Daya Manusia,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menapaki 5 Anak Tangga Peradaban Perkembangan suatu Negara. Dimana Posisi Negara Kita Menurut Rostow?

FIRST EXPERIENCE AS A SUPERVISOR MENTORING A SCHOOL ON THE OUTSKIRTS OF BOGOR CITY (Good Practice)

Meningkatkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus