Pelatihan Saja Tidak Cukup: Pentingnya Pendampingan Pembelajaran
Halo, Saya Trisno Widodo, blogger yang suka berbagi pengetahuan dan pengalaman seputar pendidikan, sains dan gaya hidup. Blog ini saya buat sejak tahun 2008 sebagai tempat belajar dan berbagi hal-hal menarik tentang dunia kita. Terima kasih sudah berkunjung semoga tulisan di sini bermanfaat buat kalian semua. Salam hangat, Trisno Widodo (Tryswid)
Suhu udara disuatu daerah tidaklah sama dan selalau berubah-ubah. Hal ini disebabkan panas yang berasal dari matahari tersebut kedudukannya berubah karena adanya rotasi dan revolusi bumi. Besar kecil energi matahari yang diterima bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
a.
sudut datang sinar matahari
b.
lamanya penyinaran matahari
c.
relief permukaan bumi
d.
bersih tidaknya udara
e.
banyak sedikitnya
tumbuh-tumbuhan.
![]() |
| Mengukur suhu berdasarkan ketinggian (Pexels.com/Julien Gottelman) |
Pada daerah pantai dengan ketinggian 0 meter suhu udaranya tinggi dan di puncak gunung yang tinggi suhunya rendah. Hal ini karena dipengaruhi ketinggian tempat. Setiap kenaikan 100 meter , maka suhu udara akan turun 0,6 ° C. Untuk menghitung suhu udara rata-rata disuatu tempat dapat menggunakan rumus sebagai berikut :
Keterangan :
Contoh Soal :
Kota
Ponorogo di Jawa Timur berada pada ketinggian
400 meter diatas permukaan air laut. Berapa temperatur/suhu udara
rata-rata Kota Ponorogo ?
Suhu udara rata-ratanya dapat
diketahui dengan hitungan berikut ini .
T = 26°C – ( 0,6°C x h/ 100 )
T = 26°C -
( 0,6°C x 400/100 )
T = 26°C -
( 0,6°C x 4 )
T = 26°C -
( 2,4 °C )
T = 23,6°C
Jadi temperatur /suhu rata-rata Kota Ponorogo yaitu 23,6°C.
Sumber : ( Yulmadia Yulir dan Trisno Widodo, Buku Geografi Kelas 1 SMP, Bumi Aksara, 2003 )
Kata Kunci : # Suhu udara, # menghitung Suhu Udara,
Komentar