Teacher Professional Development (TPD) STEM Indonesia Cerdas
Dokumen ini menyajikan sintesis dari program Teacher Professional Development (TPD) bertajuk "STEM Indonesia Cerdas" yang diselenggarakan untuk sekolah-sekolah SDH (Sekolah Dian Harapan) dan SLH (Sekolah Lentera Harapan). Pelatihan intensif ini berlangsung selama dua hari, pada tanggal 9 dan 10 Juli 2026, bertempat di Gedung HOPE, Universitas Pelita Harapan (UPH).
Tujuan utama dari lokakarya ini adalah membekali para pendidik dan pemimpin sekolah dengan pemahaman mendalam mengenai kepemimpinan pendidikan STEM, integrasi isu global seperti krisis iklim ke dalam kurikulum, serta penggunaan metodologi sains modern dan alat digital mutakhir. Poin-poin penting dalam program ini mencakup kerangka kerja 3D Learning, metode CER (Claim, Evidence, Reasoning), serta penggunaan perangkat lunak analisis data dan pemodelan seperti CODAP dan SageModeler. Program diakhiri dengan penyusunan rencana aksi sekolah yang konkret untuk memastikan implementasi STEM yang berkelanjutan dan berkualitas.
Analisis Tema Utama dan Materi Lokakarya
1. Kepemimpinan dan Landasan Pendidikan STEM
Program ini menekankan bahwa implementasi STEM bukan sekadar teknis instruksional, melainkan memerlukan visi kepemimpinan yang kuat.
- STEM Education Leadership: Sesi ini dibawakan oleh SEAMOLEC untuk memberikan arah strategis bagi para pemimpin sekolah dalam mengelola transformasi pendidikan STEM.
- Konteks Global dan Kualitas: Landasan pendidikan dihubungkan dengan capaian PISA (Programme for International Student Assessment), urgensi krisis iklim, dan peningkatan kualitas pembelajaran secara keseluruhan.
- Kontinum Implementasi: Terdapat penekanan pada pemahaman "Kontinum Kualitas Implementasi STEM" untuk membantu sekolah mengukur sejauh mana efektivitas program STEM yang mereka jalankan.
2. Pendidikan Perubahan Iklim (Climate Change Education - CCE)
Isu lingkungan menjadi inti dari materi pengembangan profesional ini, yang disusun dalam modul-modul terstruktur.
- Prinsip RAMAH: Overview CCE mencakup filosofi dan prinsip RAMAH yang selaras dengan panduan dari OCE/UNESCO.
- Peta Besar Modul CCE: Peserta diperkenalkan pada peta besar Modul CCE 1-6, yang dirancang sebagai panduan komprehensif bagi guru dalam mengajarkan perubahan iklim.
3. Metodologi Sains Modern: 3D Learning dan CER
Lokakarya ini memperkenalkan kerangka kerja pedagogis yang mendorong siswa untuk berpikir seperti ilmuwan dan insinyur.
- 3D Learning: Pendekatan tiga dimensi dalam pembelajaran sains yang menghubungkan praktik sains/teknik, konsep lintas kurikulum, dan ide-ide inti disiplin ilmu.
- Metode CER (Claim, Evidence, Reasoning): Digunakan sebagai alat untuk membangun penjelasan ilmiah dan asesmen berbasis bukti. Guru dilatih untuk membimbing siswa dalam membuat klaim, menyajikan bukti yang relevan, dan memberikan penalaran logis.
4. Literasi Data dan Pemodelan Sistem Digital
Penggunaan alat digital menjadi pembeda utama dalam TPD ini untuk mendukung pembelajaran berbasis bukti.
- CODAP (Common Online Data Analysis Platform): Laboratorium CODAP mengajarkan penggunaan data sebagai bukti (evidence) dalam penyelidikan ilmiah.
- SageModeler: Laboratorium ini fokus pada penggunaan model sebagai sarana penalaran sistem (reasoning system), memungkinkan siswa memvisualisasikan hubungan antar variabel dalam suatu fenomena.
Struktur dan Agenda Kegiatan
Hari Pertama: Kamis, 09 Juli 2026
Fokus pada pembangunan fondasi teori, pengenalan alat, dan kerangka kerja konseptual.
Waktu | Agenda Kegiatan | Penanggung Jawab (PIC) |
|---|---|---|
07.20 - 08.10 | STEM Education Leadership by SEAMOLEC | Bu Cahya |
08.10 - 08.55 | Sesi Landasan 1: PISA, Krisis Iklim, dan Kualitas | Kelly Sinaga |
08.55 - 09.25 | Sesi Landasan 2: CCE Overview, Filosofi, dan Prinsip RAMAH | Kelly Sinaga |
09.25 - 10.15 | Sesi Landasan 3: Kontinum Kualitas Implementasi STEM | Kelly Sinaga |
10.30 - 11.25 | 3D Learning and CER sebagai Pendidikan Sains Modern | Dr. Irfan Yunianto |
11.25 - 12.10 | Studio CER: Penjelasan Ilmiah dan Asesmen Berbasis Bukti | Kelly Sinaga |
13.15 - 15.30 | Laboratorium CODAP: Data sebagai Evidence | Mr. Datch |
15.45 - 17.00 | Laboratorium SageModeler: Model sebagai Reasoning Sistem | Mr. Datch |
17.25 - 17.50 | Peta Besar Modul CCE 1-6 | Kelly Sinaga |
Hari Kedua: Jumat, 10 Juli 2026
Fokus pada praktik klinis, adaptasi modul, microteaching, dan perencanaan aksi sekolah.
Waktu | Agenda Kegiatan | Penanggung Jawab (PIC) |
|---|---|---|
07.11 - 07.13 | Peran CODAP dan SageModeler dalam STEM CCE | Kelly Sinaga |
07.13 - 08.01 | Klinik Asesmen, Rubrik, dan Review Pekerjaan Siswa (CER) | Kelly Sinaga |
08.03 - 09.03 | Telaah dan Adaptasi Modul Pembelajaran | Dr. Irfan Yunianto |
09.20 - 10.20 | Studio Penyesuaian Pembelajaran dan Level Rekayasa | Dr. Irfan Yunianto |
12.35 - 12.55 | STEM Leadership for Change | Dr. Kessara |
12.55 - 13.55 | PISA and 3D-Learning | Prof. Joe |
14.05 - 15.30 | Microteaching Paralel | Tim Fasilitator |
15.45 - 16.25 | Refleksi dan Revisi Berbasis Lesson Study | SEAMOLEC |
16.25 - 17.10 | Rencana Aksi Sekolah dan Sistem Dukungan Implementasi | Bu Dorita Setiawan, Ph.D |
Kegiatan TPD ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan STEM di sekolah SDH dan SLH bergantung pada tiga pilar utama:
- Integrasi Isu Nyata: Menggunakan krisis iklim (CCE) sebagai konteks pembelajaran yang relevan.
- Ketajaman Metodologi: Penguasaan guru terhadap 3D Learning dan metode CER untuk meningkatkan literasi sains siswa.
- Dukungan Sistemik: Adanya rencana aksi sekolah yang terukur dan komitmen dari pimpinan sekolah untuk menciptakan sistem dukungan implementasi yang berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, setiap tim sekolah diwajibkan mengumpulkan portofolio hasil pelatihan dan menyusun komitmen implementasi yang akan dipantau melalui sistem dukungan yang telah dirancang.

.jpg)

Komentar