Menapaki 5 Anak Tangga Peradaban Perkembangan suatu Negara. Dimana Posisi Negara Kita Menurut Rostow?

Gambar
Pernahkah Anda membayangkan bahwa perkembangan sebuah negara bisa dianalogikan seperti perjalanan hidup manusia? Dari masa "kanak-kanak" yang tradisional, lalu "remaja" yang mulai bangkit, "dewasa" yang lepas landas, hingga "matang" dan "makmur". Inilah yang digambarkan oleh seorang ahli ekonomi terkenal, Walt Whitman Rostow, dalam teorinya tentang "Lima Tahap Pertumbuhan Ekonomi". Mari kita berwisata intelektual menyusuri lima tingkatan negara versi Rostow. Sambil jalan-jalan, coba tebak, Indonesia berada di tahap mana? 1. Masyarakat Tradisional (The Traditional Society) Di tahap paling awal ini, negara ibarat perahu layar yang berjalan lambat. Ciri khasnya: Produktivitas rendah : Bertani dengan cara turun-temurun, belum paham teknologi modern. Uang belum berputar : Belum ada sistem ekonomi pasar yang sehat. Penghasilan pas-pasan : Pendapatan rendah, tabungan hampir tidak ada. Mobilitas sosial macet : Anak kuli ya jadi kuli, ...

KONDISI GEOGRAFI DAN MATA PENCAHARIAN PENDUDUK

 

Pada umumnya kegiatan penduduk dipengaruhi oleh kondisi lingkungan fisiknya atau kondisi geografisnya seperti relief permukaan bumi, kesuburan tanah, keadaan tata air, keadaan iklim dan sebagainya  ( Iwa Husen , dkk ,1999 ) . Penduduk yang tinggal di daerah pegunungan akan berbeda aktivitasnya dengan penduduk yang tinggal di dataran rendah dekat pantai.

 1.  Kegiatan Ekonomi Penduduk Di Daerah Pegunungan  

 Keadaan geografi di daerah pegunungan sangat mendukung aktivitas penduduk untuk mengembangkan usaha hortikultura seperti  sayur-sayuran dan buah-buahan serta jenis pertanian lainnya. Hal ini karena pegunungan pegunungan memiliki faktor fisik alam yang menguntungkan seperti tanahnya relative subur dan udaranya sejuk. Kegiatan ekonomi yang dilakukan di daerah pegunungan antara lain perkebunan teh , kina , pembangkit tenaga listrik  , peternakan sapi perah  , kegiatan pertambangan ,  pertanian hortikultura dan kegiatan pariwisata.

Pertanian Holtikultura (http://www.diengplateau.com )



2.  Kegiatan Ekonomi Penduduk Di Daerah Dataran Rendah

Kehidupan perekonomian penduduk di dataran rendah pada umumnya berupa pertanian sawah dan ladang , perikanan , perdagangan , dan industri.  Unsur fisik daerah dataran rendah yang dapat mendukung usaha pertanian antara lain kesuburan tanah , tata air , suhu udara , reliefnya dan kelembaban udara. Selain itu sarana transportasi di dataran rendah sangat mendukung kelancaran arus barang dan jasa yang keluar masuk antar daerah , misalnya pantai utara Pulau Jawa. Karena kemudahan dalam beraktivitas , maka di dataran rendah kepadatan penduduk lebih tinggi di bandingkan di dataran tinggi.



3.  Kegiatan Ekonomi Penduduk Di Daerah Pantai

Kehidupan perekonomian  penduduk di daerah pantai pada umumnya didukung oleh usaha perikanan , baik perikanan tambak maupun perikanan laut.  Unsur geografis daerah pantai  yang dapat mendukung usaha perikanan  antara lain keadaan morfologi pantai yang landai, keadaan ombak yang kecil dan aliran alir yang lancer. Selain itu daerah pantai juga dapat dimanfaatkan untuk tambak garam , pelabuhan , tempat pelelangan ikan ( TPI) ) dan obyek pariwisata yang banyak menyerap lapangan kerja.

Sumber : ( Yulmadia Yulir dan Trisno Widodo, Buku Geografi Kelas 1 SMP, Bumi Aksara, 2003 )

Kata Kunci : #KOndisi Geografi ,  #Kegiatan Ekonomi Penduduk,  #Dataran Tinggi,  #Dataran Rendah,  #Pantai,


Komentar

Postingan populer dari blog ini