Pelatihan Saja Tidak Cukup: Pentingnya Pendampingan Pembelajaran

Gambar
Follow up suatu pelatihan tidak banyak terjadi dari berbagai pelatihan yang pernah diikuti penulis. Namun tidak seperti pelatihan yang baru-baru ini , Pelatihan Pembelajaran Bermakna (BTL3) yang diselenggarakan DBE 3 memang beda . Karena setelah melakukan pelatihan peserta masih dituntut untuk melaksanakan program tindak lanjut berupa pendampingan. Pendampingan Pembelajaran (Pexels.com/rdne) Menurut Dr Asep S. Muhtadi kegiatan tindak lanjut itu bermakna strategis, sebab kegiatan tersebut menjamin penerapan hasil pelatihan sebagai sesuatu yang mesti berkelanjutan. Kegiatan tindak lanjut yang berupa pendampingan bertujuan untuk menguatkan penerapan hasil pelatihan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kegiatan pembelajaran seperti yang dilaksanakan DBE3 dalam pelatihan tersebut patut mendapatkan acungan jempol. Karena dalam kegiatan pembelajaran tersebut sangat menyenangkan dan bermakna, yang sebenarnya sangat cocok dengan arti pembelajaran yang sebenarnya. Demikian pula pada saat pesert...

Tampil Makin Stylish di Lebaran 2025: 5 Tren Fashion yang Bakal Hits!

Idulfitri tak hanya menjadi momen bermaafan, tetapi juga ajang menunjukkan gaya lewat busana yang kekinian. Menyongsong Lebaran 2025, industri mode menghadirkan tren yang memadukan keberlanjutan, inovasi teknologi, dan sentuhan kearifan lokal. Berikut lima gaya wajib yang patut kamu siapkan!

1. Eco-Chic, Busana Ramah Lingkungan yang Tak Kalah Stylish

Kesadaran akan isu lingkungan mendorong tren sustainable fashion semakin menguat. Bahan seperti katun organik, linen daur ulang, atau polyester hasil olahan limbah plastik diprediksi mendominasi koleksi Lebaran 2025. Menurut laporan WGSN (2024), permintaan tekstil ramah lingkungan di Asia Tenggara melonjak 35% dalam tiga tahun terakhir. Desainer Oscar Lawalata menegaskan, "Kami mengolah tenun sisa produksi dan pewarna alam untuk menciptakan busana elegan tanpa beban lingkungan."

2. Kolaborasi Budaya, Motif Tradisional dengan Siluet Modern

Batik, tenun, dan lurik tak lagi terbatas pada bentuk konvensional. Tahun depan, motif tradisional seperti mega mendung atau kawung akan dihadirkan dalam desain jumpsuit, blazer tailored, atau dress asymmetrical. Desainer Dian Pelangi mengungkapkan, "Generasi muda ingin tampil modern tanpa kehilangan identitas. Kami menyulap batik menjadi outerwear dengan laser-cut untuk kesan kontemporer." Data Euromonitor (2024) menunjukkan, penjualan busana bernuansa budaya lokal meningkat 20% sepanjang 2024.

3. Tekstil Pintar, Pakaian Cerdas Berbasis Teknologi

Inovasi material masa depan seperti kain berpendingin (cooling technology) dan bahan berbasis protein sintetis (contoh: Brewed Protein™ dari Spiber) akan jadi primadona. Tak hanya nyaman dipakai di cuaca panas, teknologi 3D printing memungkinkan detail bordir atau motif lebih presisi. Fitur Augmented Reality (AR) juga memungkinkan konsumen "fitting virtual" via aplikasi sebelum membeli. "Fashion masa depan adalah perpaduan estetika dan fungsi," ujar Manel Torres, CEO Fabrican, perusahaan pionir tekstil sprayable.

4. Warna Cerah & Pola Geometris, Berani Tampil Beda

Palet warna Lebaran 2025 akan didominasi nuansa cerah seperti digital lavender (ungu kebiruan), neo-mint (hijau pastel), dan solar orange (jingga terik), berdasarkan riset Pantone Color Institute (2024). Pola geometris abstrak atau garis diagonal dinamis juga akan menghiasi hijab, kaftan, atau celana wide-leg. Survei McKinsey & Company (2023) mengungkap, 60% milenial dan Gen Z lebih memilih warna bold sebagai simbol kebahagiaan di hari raya.

Gaya Busana Lebaran 2025 yang Kece

5. Modest Fashion Futuristik, Layering Kreatif & Material Inovatif

Gaya modest tak lagi monoton. Tren 2025 menghadirkan eksperimen seperti kombinasi tunik panjang dengan celana cargo oversized, atau hijab dengan detail embroidery mutiara dan aplikasi kristal. Zaskia Sungkar, desainer modest ternama, memperkenalkan koleksi "modest athleisure" berbahan jersey anti kusut yang cocok untuk aktivitas ramai keluarga.

Fashion sebagai Ekspresi Diri dan Kepedulian

Lebaran 2025 menawarkan ragam pilihan gaya: dari yang peduli lingkungan hingga berani bermain teknologi. Seperti disampaikan Dian Pelangi, "Berbusana tak sekadar tampil kece, tapi juga cara menghargai warisan budaya dan bumi." Jadi, siapkah kamu menjadi trendsetter di hari raya nanti?

Referensi:

  1. WGSN (2024), Laporan Pasar Tekstil Berkelanjutan Global.

https://www.wgsn.com/en

  1. Euromonitor International (2024), Analisis Tren Fashion Budaya di Asia Tenggara.

https://www.clove-research.com/id/our-thinking/mengoptimalkan-k-wave-bagaimana-tren-budaya-korea-mengubah-pasar-indonesia

  1. Pantone Color Institute (2024), Proyeksi Warna Tren 2025.

https://www.pantone.com/color-of-the-year/2025?srsltid=AfmBOop8E8kcQhrfKy8EbMgW1gVBDiGW5XRj4tg-32UT4UcVJ94du2Y5

  1. McKinsey & Company (2023), Laporan Industri Mode Asia Tenggara 2024.

https://www.mckinsey.com/industries/retail/our-insights/state-of-fashion


Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Air Hujan sebagai Sumber Air Rumah Tangga di Daerah Kering”

Meningkatkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus

Apa Itu Tanah? Pengertian, Proses Pembentukan, dan Manfaatnya Bagi Kehidupan