Pelatihan Saja Tidak Cukup: Pentingnya Pendampingan Pembelajaran

Gambar
Follow up suatu pelatihan tidak banyak terjadi dari berbagai pelatihan yang pernah diikuti penulis. Namun tidak seperti pelatihan yang baru-baru ini , Pelatihan Pembelajaran Bermakna (BTL3) yang diselenggarakan DBE 3 memang beda . Karena setelah melakukan pelatihan peserta masih dituntut untuk melaksanakan program tindak lanjut berupa pendampingan. Pendampingan Pembelajaran (Pexels.com/rdne) Menurut Dr Asep S. Muhtadi kegiatan tindak lanjut itu bermakna strategis, sebab kegiatan tersebut menjamin penerapan hasil pelatihan sebagai sesuatu yang mesti berkelanjutan. Kegiatan tindak lanjut yang berupa pendampingan bertujuan untuk menguatkan penerapan hasil pelatihan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kegiatan pembelajaran seperti yang dilaksanakan DBE3 dalam pelatihan tersebut patut mendapatkan acungan jempol. Karena dalam kegiatan pembelajaran tersebut sangat menyenangkan dan bermakna, yang sebenarnya sangat cocok dengan arti pembelajaran yang sebenarnya. Demikian pula pada saat pesert...

SOSIALISASI “DOOR TO DOOR” TANTANGAN LITERASI POLOPOR GLN GAREUILIS JABAR RAMAI-RAMAI GERUDUK SEKOLAH DI KOTA BOGOR

     

Meningkatkan Literasi Sekolah ( Dokumen Penulis )

      

           Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Kegiatan literasi diyakini oleh masyarakat di negara maju sebagai kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. Sebagian masyarakatnya menganggap literasi sebagai hak azasi warga negara yang wajib difasilitasi negara. Literasi dapat memberikan peluang terhadap pembengaunan ekonomi dan social menuju kesejahteraan hidup baik secara individu dan masyarakat.

         Manfaat literasi bagi manusia, akan membantu meningkatkan kemampuan kinerja otak, menambah wawasan, berfikir kritis, mengembangkan budi pekerti, pemahaman mengambil keputusan dan penggunaan waktu dengan baik. Melihat manfaatnya yang besar bagi manusia,  kegiatan literasi merupakan hal yang sangat penting. Pemerintah Indonesia telah berupaya mendorong kegiatan literasi yang ada agar dilakukan dengan baik karena dapat meningkat dengan kualitas sumber daya manusia.

            Namum kenyataannya budaya literasi di sekolah, di instansi/lembaga, dan di masyarakat masih rendah apabila dibandingkan dengan Negara-negara lain di dunia. Untuk itu harapannya pada semua pihak baik lembaga maupun masyarakat untuk  peduli dan ikut berpartisipasi dalam meningkatkan kemampuan literasi di Indonesia. Upaya nyata ikut berpartisipasi dalam meningkatkan kemampuan literasi kini dilakukan oleh GLN Gareulis Jawa Barat. GLN Gareulis Jawa Barat mempunyai suatu tantangan literasi yang sangat mulia untuk digulirkan di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat.  Saat ini GLN Gareulis Jabar mempunyai pengurus tersebar  di 27 kabupaten kota, termasuk di Kota Bogor.

            Tantangan literasi tersebut  diberikan kepada peserta GLN GAREULIS JABAR selama kurun waktu tertentu. Peserta yang berhasil menyelesaikan tantangan akan mendapatkan penghargaan dari pejabat pemerintah/tokoh tertinggi yaitu dari Bunda Literasi atau Gubernur Jawa Barat. Peserta tantangan literasi ini terdiri dari : Peserta : 1. Siswa : SD, SMP, SMA/SMK/SLB (sederajat) 2. Guru : PAUD, SD, SMP, SMA/SMK/SLB (sederajat) 3. Kepala Sekolah 4. Pengawas Sekolah 5. Komite Sekolah 6. Orang tua 7. Komunitas Literasi/TBM/Pokja Literasi 8. Masyarakat.

            Sosialisasi tantangan literasi GLN Gareulis Jabar dilakukan di seluruh kabupaten kota di Jawa Barat . Tidak ketinggalan pula pengurus GLN Gareulis Jabar dari Kota Bogor melakukan sosialisasi door to door dari sekolah ke sekolah dilakukan secara bersama-sama. Semua pengurus bersatu padu secara masif bergerak ke sekolah-sekolah berkelompok dengan menggunakan protocol kesehatan yang ketat.

            Ternyata manfaat sosialisasi dengan door to door secara ramai-ramai ini betul-betul strategi yang manjur. Karena dari beberapa sekolah yang dikunjungi , sosialisasi tantangan literasi GLN Gareulis Jabar berhasil. Banyak Kepala sekolah yang menyatakan akan mengikuti kegiatan tersebut, karena kegiatan literasi sangat bermanfaat bagi siswa dan guru dalam meningkatkan perkembangan GLS.

            Dengan sosialisasi door to door , pengurus menggeruduk kesekolah-sekolah di Kota Bogor, harapannya tantangan GLN Gareulis di Kota Bogor berjalan dengan baik. Dan harapannya tantangan literasi tersebut akan melahirkan guru, siswa dan masyarakat yang literat sehingga prestasi dan penghargaan terus diperjuangan. Semoga warga belajar Kota Bogor berlari untuk dapat meraih prestasi. 

( Laporan Kegiatan Literasi , ditulis tahun 2021 )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Air Hujan sebagai Sumber Air Rumah Tangga di Daerah Kering”

Meningkatkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus

Apa Itu Tanah? Pengertian, Proses Pembentukan, dan Manfaatnya Bagi Kehidupan