Menapaki 5 Anak Tangga Peradaban Perkembangan suatu Negara. Dimana Posisi Negara Kita Menurut Rostow?

Gambar
Pernahkah Anda membayangkan bahwa perkembangan sebuah negara bisa dianalogikan seperti perjalanan hidup manusia? Dari masa "kanak-kanak" yang tradisional, lalu "remaja" yang mulai bangkit, "dewasa" yang lepas landas, hingga "matang" dan "makmur". Inilah yang digambarkan oleh seorang ahli ekonomi terkenal, Walt Whitman Rostow, dalam teorinya tentang "Lima Tahap Pertumbuhan Ekonomi". Mari kita berwisata intelektual menyusuri lima tingkatan negara versi Rostow. Sambil jalan-jalan, coba tebak, Indonesia berada di tahap mana? 1. Masyarakat Tradisional (The Traditional Society) Di tahap paling awal ini, negara ibarat perahu layar yang berjalan lambat. Ciri khasnya: Produktivitas rendah : Bertani dengan cara turun-temurun, belum paham teknologi modern. Uang belum berputar : Belum ada sistem ekonomi pasar yang sehat. Penghasilan pas-pasan : Pendapatan rendah, tabungan hampir tidak ada. Mobilitas sosial macet : Anak kuli ya jadi kuli, ...

MODEL PEMBELAJARAN BERPETUALANG MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN BERMAKNA (ATAP)

 Model Penulisan ATAP 

AWAL :

Belajar  IPS oleh siswa dianggap tidak menarik, karena banyak hapalan dan belajarnya monoton. Ini membuat semangat belajar siswa menurun dan tidak kondusif. Namun saya sebagai guru ingin mengubah mata pelajaran IPS menjadi menarik dan siswa dapat belajar dengan ceria dan penuh semangat.

Mencari Pertanyaan dan Menjawabnya Berkolaborasi (Dokumen Pribadi )




TANTANGAN :

Saya telah mencoba beberapa cara , namun hasilnya belum maksimal. Apalagi kalau jam mengajarnya siang pelajaran IPS semakin tidak menarik. Ada juga yang beranggapan pelajaran IPS tidak penting, sehingga penghargaan siswapun seolah-olah diremehkan.

AKSI :

Saya akhirnya menemukan cara dengan belajar macam-macam model pembelajaran aktif. Pembelajaran ini akan mengubah pola fikir dan cara belajar yang membuat seluruh siswanya aktif karena semuanya diberikan peran dalam kelompok belajarnya.

Saya melakukan modifikasi dari beberapa model pembelajaran dalam suatu model belajar “ berpetualang “. Siswa diajak secara kelompok memecahkan permasalah dari beberapa pertanyaan yang “disembunyikan” dan  dicari dengan berpetualang, dengan melewati beberapa rintangan. Rintangan tersebut merupakan tatatangan kelompok untuk kompak dan bekerja sama dengan baik utuk melewatinya. Setelah mendapatkan petunjukan dari denah/peta perjalanan akan memperoleh pertanyaan dan siswa dalam kelompok harus menjawab pertanyaan tersebut. Setelah selesai menjawab , ditandai dengan merayakan dengan yel-yel. Setelah itu melanjutkan perjalanan untuk mencari pertanyaan dan menjawabnya secara berkelompok.

Suasana menyenangkan akan tercipta dan siswa melakukan pembelajaran yang sebenarnya untuk memecahkan masalah.

PELAJARAN/PERUBAHAN :

Hal  yang menarik akan timbul dari model pembelajaran berpetualang, siswa senang , dapat memecahkan persoalan dalam belajar, bekerja dan berkolaborasi dalam kelompok.

Dalam setiap saya masuk kelas , siswa menjadi riang gembira dan menginginkan belajar dengan model pembelajaran berpetualang.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menapaki 5 Anak Tangga Peradaban Perkembangan suatu Negara. Dimana Posisi Negara Kita Menurut Rostow?

FIRST EXPERIENCE AS A SUPERVISOR MENTORING A SCHOOL ON THE OUTSKIRTS OF BOGOR CITY (Good Practice)

Meningkatkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus