Keinginan atau Kebutuhan: Mana yang Harus Diprioritaskan?
google.com, pub-4495080121929693, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Halo, Saya Tryswid, blogger yang suka berbagi pengetahuan dan pengalaman seputar pendidikan, sains dan gaya hidup. Blog ini saya buat sejak tahun 2008 sebagai tempat belajar dan berbagi hal-hal menarik tentang dunia kita. Terima kasih sudah berkunjung semoga tulisan di sini bermanfaat buat kalian semua. Salam hangat, Tryswid
Pada umumnya, kegiatan penduduk dipengaruhi oleh kondisi lingkungan fisiknya atau kondisi geografis wilayah tempat tinggalnya. Faktor-faktor seperti bentuk permukaan bumi (relief), kesuburan tanah, tata air, serta iklim berperan penting dalam menentukan jenis kegiatan ekonomi masyarakat (Iwa Husen, dkk., 1999).
Penduduk yang tinggal di daerah pegunungan tentu memiliki aktivitas ekonomi yang berbeda dengan penduduk yang hidup di dataran rendah atau di daerah pantai.Kondisi geografis di daerah pegunungan sangat mendukung penduduk untuk mengembangkan usaha di bidang hortikultura, seperti menanam sayur-sayuran, buah-buahan, dan tanaman perkebunan lainnya.
Faktor fisik alam yang menguntungkan, seperti tanah yang relatif subur dan udara yang sejuk, membuat wilayah pegunungan cocok untuk pertanian.
![]() |
| Kegiatan Berkebun (Pexels.com/Abimael Bian ) |
Kegiatan ekonomi yang umumnya dilakukan di daerah pegunungan antara lain:
Perkebunan (teh, kopi, dan kina)
Peternakan sapi perah
Pertanian hortikultura
Pembangkit tenaga listrik tenaga air (PLTA)
Pertambangan
Pariwisata pegunungan
Contoh kegiatan pertanian hortikultura dapat dilihat di daerah Dieng Plateau yang terkenal sebagai sentra sayuran dataran tinggi.
Penduduk di daerah dataran rendah umumnya bekerja di bidang pertanian sawah dan ladang, perikanan air tawar, perdagangan, serta industri.
Kondisi fisik seperti tanah yang subur, tata air yang baik, suhu dan kelembapan yang mendukung, serta relief yang datar menjadikan daerah ini ideal untuk kegiatan ekonomi.
Selain itu, sarana transportasi di dataran rendah biasanya lebih baik, sehingga arus barang dan jasa dapat berlangsung dengan lancar. Daerah pantai utara Pulau Jawa adalah salah satu contoh wilayah dataran rendah yang memiliki kepadatan penduduk tinggi karena kemudahan akses ekonomi.
Contoh kegiatan pertanian di dataran rendah adalah budidaya padi, yang menjadi sumber utama pangan masyarakat Indonesia.
Di daerah pantai, kehidupan ekonomi penduduk sangat dipengaruhi oleh potensi laut dan pesisir. Sebagian besar masyarakat bekerja di sektor perikanan, baik perikanan tangkap di laut maupun perikanan tambak.
Kondisi geografis pantai yang landai, ombak yang relatif kecil, dan aliran air yang lancar sangat mendukung kegiatan ini. Selain itu, wilayah pantai juga sering dimanfaatkan untuk:
Tambak garam
Pelabuhan dan tempat pelelangan ikan (TPI)
Objek wisata bahari yang membuka banyak lapangan kerja
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekonomi penduduk sangat bergantung pada kondisi geografis wilayahnya.
Penduduk di pegunungan lebih banyak bergerak di sektor pertanian hortikultura dan peternakan,
penduduk dataran rendah aktif di bidang pertanian, industri, dan perdagangan,
sedangkan penduduk pantai menggantungkan hidupnya pada perikanan dan pariwisata bahari.
Kata Kunci: #KondisiGeografi, #KegiatanEkonomiPenduduk, #DataranTinggi, #DataranRendah, #Pantai
Sumber:
Iwa Husen, dkk. (1999)
Yulmadia Yulir dan Trisno Widodo. Buku Geografi Kelas 8 SMP, Bumi Aksara, 2003
Komentar