Transformasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026: Pergeseran Paradigma Evaluasi Pendidikan dari High-Stakes Testing menuju Asesmen Formatif di Indonesia
Halo, Saya Trisno Widodo, blogger yang suka berbagi pengetahuan dan pengalaman seputar pendidikan, sains sederhana dan gaya hidup yang edukatif. Blog ini saya buat sejak tahun 2008 sebagai tempat belajar dan berbagi hal-hal menarik tentang dunia kita. Terima kasih sudah berkunjung semoga tulisan di sini bermanfaat buat kalian semua. Salam hangat, Trisno Widodo (Tryswid)
Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan flora dan fauna terbesar di dunia. Kekayaan alam ini menjadi salah satu ciri khas Nusantara dan membuat Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas. Tercatat, Indonesia memiliki sekitar 2.000 jenis reptil, 1.300 jenis burung, 2.500 jenis ikan, 1.000 jenis amfibi, dan masih banyak spesies lainnya.
![]() |
| Komodo ( Pexels.com/Timon Cornelisen) |
Salah satu contoh fauna endemik Indonesia yang mendunia adalah orangutan, hewan khas Kalimantan dan Sumatra yang kini dilindungi karena populasinya semakin menurun.
Flora Indonesia tidak tersebar secara merata. Kondisi geografis menyebabkan wilayah barat dan timur memiliki jenis tumbuhan yang berbeda. Berikut perbandingannya:
Jenis meranti-merantian banyak
Banyak jenis rotan
Tidak terdapat hutan kayu putih
Jenis tumbuhan matoa sedikit
Jenis tumbuhan sagu sedikit
Terdapat tumbuhan jenis nangka
Jenis meranti-merantian sedikit
Tidak terdapat rotan
Terdapat hutan kayu putih
Banyak tumbuhan matoa
Banyak tumbuhan sagu
Tidak terdapat tumbuhan jenis nangka
Perbedaan ini dipengaruhi oleh kondisi tanah, iklim, dan sejarah geologis masing-masing wilayah.
Alfred Russel Wallace dan Max Weber adalah dua ilmuwan yang sangat berjasa dalam mengklasifikasi flora dan fauna di Indonesia. Mereka menyusun garis pembatas yang kini dikenal dengan Garis Wallace dan Garis Weber, yang menjelaskan perbedaan spesies di wilayah Indonesia.
Penelitian mereka dilakukan pada masa Indonesia sedang berada dalam suasana pergolakan, yaitu ketika Perang Diponegoro melawan Hindia Belanda sedang berlangsung.
Berdasarkan garis Wallace dan Weber, flora dan fauna Indonesia dibagi menjadi tiga zona besar:
Meliputi: Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Bali.
Ciri: memiliki kesamaan dengan flora-fauna Asia.
Contoh fauna: harimau, gajah, badak, orangutan.
Meliputi: Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Ciri: memiliki kesamaan dengan flora-fauna Australia.
Contoh fauna: kanguru pohon, kasuari, cendrawasih.
Meliputi: Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku.
Ciri: tidak mirip sepenuhnya dengan Asia maupun Australia; banyak spesies endemik.
Contoh fauna khas: Komodo, Anoa, Babi Rusa, dan berbagai kupu-kupu unik.
Keanekaragaman flora dan fauna Indonesia adalah kekayaan yang sangat berharga. Keunikan setiap wilayah, dari barat hingga timur, menunjukkan betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan agar spesies langka dan endemik tetap terjaga.
Komentar