Pelatihan Saja Tidak Cukup: Pentingnya Pendampingan Pembelajaran

Gambar
Follow up suatu pelatihan tidak banyak terjadi dari berbagai pelatihan yang pernah diikuti penulis. Namun tidak seperti pelatihan yang baru-baru ini , Pelatihan Pembelajaran Bermakna (BTL3) yang diselenggarakan DBE 3 memang beda . Karena setelah melakukan pelatihan peserta masih dituntut untuk melaksanakan program tindak lanjut berupa pendampingan. Pendampingan Pembelajaran (Pexels.com/rdne) Menurut Dr Asep S. Muhtadi kegiatan tindak lanjut itu bermakna strategis, sebab kegiatan tersebut menjamin penerapan hasil pelatihan sebagai sesuatu yang mesti berkelanjutan. Kegiatan tindak lanjut yang berupa pendampingan bertujuan untuk menguatkan penerapan hasil pelatihan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kegiatan pembelajaran seperti yang dilaksanakan DBE3 dalam pelatihan tersebut patut mendapatkan acungan jempol. Karena dalam kegiatan pembelajaran tersebut sangat menyenangkan dan bermakna, yang sebenarnya sangat cocok dengan arti pembelajaran yang sebenarnya. Demikian pula pada saat pesert...

Diskusi Persiapan Pengelolaan Kinerja Pengawas Sekolah , Dalam Pendampingan Kepala sekolah di Satuan Pendidikan : Pengisian SKP Pengawas sebagai Pegawai

 Dalam Pengisian format SKP pengawas sekolah dimulai pengisian Praktik Kinerja dalam Diskisi Persiapan . Ada 3 pertanyaan yang harus dijawab oleh Pengawas Sekolah.

1.        Tiga tantangan yang pernah atau berpotensi Anda temukan saat pendampingan:

Berikut tiga tantangan umum yang dihadapi pengawas sekolah saat mendampingi kepala sekolah :

1. Perbedaan Persepsi tentang Visi dan Prioritas
Tantangan: Pengawas dan kepala sekolah mungkin memiliki pandangan berbeda terkait tujuan pendidikan, strategi peningkatan mutu, atau prioritas program. Misalnya, pengawas mungkin menekankan inovasi teknologi, sementara kepala sekolah fokus pada peningkatan disiplin siswa.
Dampak: Ketidakselarasan ini dapat menghambat kolaborasi dan menciptakan konflik dalam pengambilan keputusan.

2. Resistensi terhadap Perubahan
Tantangan: Beberapa kepala sekolah mungkin enggan menerapkan kebijakan baru (sepaerti kurikulum terbaru, sistem evaluasi digital, atau model pembelajaran inklusif) karena faktor kebiasaan, kurangnya pemahaman, atau kekhawatiran akan reaksi stakeholder (guru/orang tua).
Dampak: Pengawas perlu menggunakan pendekatan persuasif dan pendampingan intensif untuk mengubah pola pikir ini, yang membutuhkan waktu dan kesabaran.

3. Keterbatasan Sumber Daya dan Dukungan
Tantangan: Kepala sekolah sering menghadapi kendala seperti anggaran terbatas, kekurangan tenaga pendidik, atau sarana-prasarana yang tidak memadai. Pengawas harus membantu mencari solusi, tetapi mungkin juga terkendala oleh regulasi birokrasi atau ketiadaan dukungan dari pemerintah daerah.
Dampak: Tanpa solusi konkret, kepala sekolah bisa frustrasi dan kehilangan motivasi untuk menjalankan program inovatif.

Strategi Penanganan:
Membangun komunikasi terbuka dan pendekatan partisipatif.
Memberikan pelatihan atau mentoring untuk meningkatkan kapasitas kepala sekolah.
Kolaborasi dengan pemangku kepentingan (dinas pendidikan, komunitas) untuk mengatasi kendala sumber daya.

 2.        Satu isu yang penting untuk menjadi fokus pendampingan:

Salah satu isu penting yang perlu menjadi fokus pendampingan pengawas sekolah adalah "Meningkatkan Kapasitas Kepemimpinan Instruksional (Instructional Leadership) Kepala Sekolah".
Isu ini krusial karena kepala sekolah memegang peran sentral dalam memastikan kualitas pembelajaran di sekolah, namun banyak yang masih terfokus pada tugas administratif dan kurang optimal dalam memimpin aspek akademik.

3.        Satdik untuk menjadi fokus pendampingan:

Dari 10 Satuan Pendidikan , difokuskan 1 yaitu SMP Negeri 18 Kota Bogor.

Pengawas sedang melakukan pendampingan (Dokumen pribadi penulis)


4.        Strategi Anda dalam melakukan pendampingan di satdik tersebut:

Strategi yang dapat diterapkan pengawas sekolah dalam melakukan pendampingan di satuan pendidikan (sekolah), dirancang secara sistematis untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan kepala sekolah dan mutu pembelajaran:
1. Melakukan analisis kebutuhan (needs assessment) untuk memahami kondisi

     sekolah secara holistik.
2. Menyusun program pendampingan bersama kepala sekolah dengan prinsip

     bottom-up.
3. Fokus pada pengembangan kompetensi kepala sekolah sebagai instructional

     leader.
4. Memastikan kepala sekolah aktif memantau dan meningkatkan kualitas

     pembelajaran.
5. Memastikan kurikulum diterapkan sesuai konsep dan konteks sekolah.
6. Memantau progres program pendampingan secara rutin.
7. Melibatkan pihak eksternal untuk mendukung keberlanjutan program.
8.Memastikan kepala sekolah mampu melanjutkan program secara mandiri.


Prinsip Penting dalam Pendampingan :
Fleksibel: Menyesuaikan pendekatan dengan karakteristik sekolah.
Partisipatif: Melibatkan seluruh stakeholder dalam proses.
Berorientasi Solusi: Fokus pada pemecahan masalah, bukan sekadar identifikasi.

Selanjutnya ada tahapan yang harus diisi oleh pengawas selama pendampingan 3 bulan mendatang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Air Hujan sebagai Sumber Air Rumah Tangga di Daerah Kering”

Meningkatkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus

Apa Itu Tanah? Pengertian, Proses Pembentukan, dan Manfaatnya Bagi Kehidupan