Pelatihan Saja Tidak Cukup: Pentingnya Pendampingan Pembelajaran
Halo, Saya Trisno Widodo, blogger yang suka berbagi pengetahuan dan pengalaman seputar pendidikan, sains dan gaya hidup. Blog ini saya buat sejak tahun 2008 sebagai tempat belajar dan berbagi hal-hal menarik tentang dunia kita. Terima kasih sudah berkunjung semoga tulisan di sini bermanfaat buat kalian semua. Salam hangat, Trisno Widodo (Tryswid)
Air di Bumi sebagian besar berupa air laut. Sekitar 97% air di Bumi adalah air asin, sedangkan hanya 3% yang merupakan air tawar. Dari jumlah air tawar tersebut, penyebarannya tidak merata. Sekitar 75% tersimpan di wilayah kutub dalam bentuk es dan salju. Sisanya tersebar dalam berbagai bentuk, yaitu 24% sebagai air tanah, 0,3% terdapat di danau-danau, 0,065% berupa lengas tanah (butir air di dalam tanah), 0,035% berada di atmosfer dalam bentuk awan, kabut, dan embun, serta sekitar 0,03% berupa air hujan.
Air merupakan zat yang mutlak diperlukan oleh makhluk hidup. Tubuh manusia sendiri sekitar 65% tersusun dari air. Manusia membutuhkan air tidak hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk berbagai aktivitas penting seperti pertanian, kebutuhan rumah tangga, perikanan, industri, dan kegiatan lainnya.
![]() |
| Air di bumi ( Pexels.com/Matt Hardy) |
Jumlah air di muka Bumi relatif tetap karena adanya siklus air atau siklus hidrologi. Siklus ini terjadi akibat pengaruh energi panas dari sinar matahari. Panas matahari menyebabkan air di sungai, rawa, danau, laut, dan permukaan Bumi lainnya menguap. Uap air kemudian bergerak naik ke atmosfer. Semakin tinggi tempatnya, suhu udara semakin rendah sehingga uap air mengalami kondensasi, yaitu proses pembentukan awan.
Di daerah yang sangat dingin, uap air dapat langsung membeku menjadi salju, suatu proses yang disebut sublimasi. Dari awan hasil kondensasi, terbentuklah titik-titik air yang kemudian jatuh ke permukaan Bumi sebagai hujan. Air hujan yang turun sebagian meresap ke dalam tanah, sebagian mengalir di permukaan sebagai aliran air, dan sebagian lainnya menguap kembali ke udara. Air yang meresap ke dalam tanah akan menjadi air tanah, yang pada akhirnya dapat keluar sebagai mata air, mengalir menjadi sungai, dan bermuara ke laut atau danau.
Air adalah sumber kehidupan yang tidak dapat digantikan oleh apa pun. Tanpa air, manusia, hewan, dan tumbuhan tidak akan mampu bertahan hidup. Oleh karena itu, air yang ada di sekitar kita memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup di Bumi. Untuk memahami lebih jauh tentang air, kita perlu mengetahui penggolongan sumber-sumber air.
Dalam memenuhi kebutuhan air, manusia memanfaatkan berbagai sumber air yang tersedia di sekitarnya. Tidak heran jika sejak dahulu permukiman penduduk cenderung berkembang di dekat sumber air. Secara umum, sumber air dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu air permukaan (sungai, danau, waduk, telaga, rawa, dan laut), air tanah (mata air, sumur dangkal, dan sumur dalam atau bor), serta air hujan.
Komentar